Laporan Capaian IKU Daerah — Triwulan III 2026
Laporan hirarkis capaian Indikator Kinerja Utama (IKU) Daerah Kabupaten Gunungkidul tahun 2026. Setiap Tujuan Daerah dijabarkan ke Sasaran Daerah yang memiliki indikator kinerja fisik, kemudian dihitung capaian keuangannya dari program-program pendukung yang dilaksanakan oleh Perangkat Daerah.
Tabel 10 program pendukung Sasaran 1.1.
| No | Program Pendukung | Capaian Kin. | Predikat | Capaian Keu. | Predikat | Faktor Pendorong, Penghambat & Tindak Lanjut |
|---|---|---|---|---|---|---|
| 1 |
Program Penunjang Urusan Pemerintahan Daerah Kabupaten/Kota
Dinas Pendidikan, Dinas Perpustakaan dan Kearsipan
|
100,89% | Sangat Tinggi | 74,81% | Sangat Tinggi |
Pendorong: Capian Kinerja diatas 90% yang tergolong sangat tinggi didukung oleh ketepatan dalam pelaporan AKIP, koordinasi dari eksternal dan internal dan dilaksanakanya monitoring evaluasi capaian kinerja setiap bulan dari Atasan kepada semua Pelaksana Teknis Kegiatan, Kegiatan dapat terlaksana sesuai angkas yang telah ditentukan
Penghambat: Faktor Penghambat : (1)Realisasi keuangan berlum sesuai target dikarenakan ada faktor eksternal yaitu Belanja Pegawai Tunjangan Profesi Guru yang pencairannya dilakukan secara bertahap oleh Kemenkeu langsung ke Rekening Guru/Penerima TPG
(2) sistem Pelaporanya tidak langsung terintegrasi ke aplikasi penatausaahaan keuangan di daerah baik SIPD maupun SIPAK GK, Terdapat beberapa kegiatan yang belum terlaksana sesuai target seperti spesifikasi hardisk tidak sesuai dengan anggaran, serta anggaran makan minum untuk rapat pembinaan pegawai karena masih menunggu jadwal
Tindak Lanjut: (1a) Dinas Pendidikan menginstruksikan ke satuan pendidikan untuk melakukan pembaruan data kepegawaian, beban mengajar (minimal 24 jam), dan rekening aktif melalui operator sekolah secara realtime dan tepat waktu ,
(1b)Data disinkronkan melalui aplikasi Info GTK atau SIMTUN/SIMANTUN secara berkala setiap bulan untuk diverifikasi oleh Pusat.
(2) Dinas Pendidikan selalu memonitoring penyaluran TPG di aplikasi spanint dan melaporkan realisasi di Jurnal LRA, Melakukan pengajuan perubahan anggaran untuk belanja hardisk sehingga kemungginan triwulan depan sudah dapat terlaksanan
|
| 2 |
Program Pengelolaan Pendidikan
Dinas Pendidikan
|
100,61% | Sangat Tinggi | 42,69% | Rendah |
Pendorong: Faktor Pendukung : Capaian Kinerja 100% dikarenakan Dinas Pendidikan selalu melakukan koordinasi dengan satuan Pendidikan yang dibantu oleh pengawas dalam meningkatan pemenuhan mutu dan kualitas layanan pendidikan dan selalu berkoordinasi dengan Balai Penjamin Mutu Pendidikan sebagai Perwakilan Pusat didaerah yang memonitoring dan menyampaikan permasalahan didaerah ke Kemendikdasmen
Penghambat: Faktor Penghambat: Realisasi anggaran yang belum sesuai target dikarenakan beberapa hal: (1) Pekerjaan Pembangunan dan Rehabilitasi yang terjadwalkan di TW 2 telah dimulai pekerjaan tetapi di TW 2 baru terselesaikan proses Tender dan Non tender karena adanya Pergeseran Anggaran dan proses LPSE .
(2) Pekerjaan Fisik Pembangunan dan Rehabilitasi sebagian telah terlaksanan di TW 3 dan Penyedia belum mengajukan termin pencairan
(3) Pembangunan dan Rehabilitasi kegiatan pengelolaan PAUD dari PIS terdapat beberapa lokasi yg belum terncantum nama lembaganya dan lokasi yg sasaran pekerjaan beberapa telah terlaksana pekerjaanya dengan anggaran dana desa sehingga perlu adanya DPA Perubahan
Tindak Lanjut: (1) Dinas Pendidikan berkoordinasi dengan Penyedia Pekerjaan Pembangunan dan Rehabilitasi untuk melaksanakan progres pekerjaan sesuai dengan SPK dan Pengajuan Pencairannya sesuai termin yg telah terlaksana dan diverifikasi pelaporan progres pekerjaan.
(2) Melakukan perubahan lokasi sasaran PIS di dalam satu wilayah desa berdasarkan hasil survey ke desa pengusul dan mengusulkan perubahan lokasi ke DPA Perubahan
|
| 3 |
Program Pengembangan Kurikulum
Dinas Pendidikan
|
100,00% | Sangat Tinggi | 54,81% | Sedang |
Pendorong: Faktor Pendukung : Capaian Kinerja 100% dikarenakan Dinas Pendidikan selalu melakukan koordinasi dengan satuan Pendidikan yang dibantu oleh pengawas dalam meningkatan pemenuhan mutu dan kualitas layanan pendidikan dalam pengembangan kurikulum dan memfasilitasi komunitas belajar bagi pendidik dan selalu berkoordinasi dengan Balai Penjamin Mutu Pendidikan sebagai Perwakilan Pusat didaerah yang memonitoring dan menyampaikan permasalahan didaerah ke Kemendikdasmen
Penghambat: Penyerapan Keuangan masih dibawah target karena pencatatan pelaporan keuangan dibulan Oktober disebabkan antrian pengajuan pencairan dana
Tindak Lanjut: Kegiatan telah dilaksanakan dibulan September, setelah proses pencairan selesai segera melaporkan serapan keuangan dibulan oktober
|
| 4 |
Program Pendidik dan Tenaga Kependidikan
Dinas Pendidikan
|
0,00% | Sangat Rendah | 74,68% | Sangat Tinggi |
Penghambat: Capaian Kinerja Target di TW 4
Faktor Permasalahan : Kekurangan Guru SD dan SMP 2026 s.d tahun 2028 :1.342 orang karena adanya guru yg pensiun di tahun 2026-2028 sebanyak 407 orang dan kekurangan guru di tahun 2026 : 935 orang.
Sedangkan Proses pencairan yang belum sesuai target dikarenkan terbatasnya ruang pertemuan dan SDM pelaksana teknis kegiatan. yang bersamaan dg penyelenggaraan Diklat BCKS sehingga kegiatan sebagian diundur di bulan Oktober
Tindak Lanjut: 1. Pengajuan Usulan Formasi Kebutuhan Pendidik ke Pemerintah Daerah
2. Satuan Pendidikan bekerjasama dengan komite sekolah untuk mengangkat guru honorer yang dibiayai dari dana komite
3. Pelaksanaan yang tertunda segera dilaksanakan dibulan Oktober
|
| 5 |
Program Pengendalian Perizinan Pendidikan
Dinas Pendidikan
|
100,00% | Sangat Tinggi | 100,00% | Sangat Tinggi |
Pendorong: Faktor Pendukung : Kerjasama dengan DPMPT SP dalam penerbitan perizinan
Penghambat: tidak ada hambatan
kegiatan telah selesai dilaksanakan
|
| 6 |
Program Pengembangan Bahasa dan Sastra
Dinas Pendidikan
|
0,00% | Sangat Rendah | 0,00% | Sangat Rendah |
Penghambat: Program tersebut di RKPD TA 2026 Tidak ada anggaran , sehingga menyebabkan capaian kinerja Dinas Pendidikan rendah karena sebagai pembagi
|
| 7 |
Program Penyelenggaraan Keistimewaan Yogyakarta Urusan Kebudayaan
Dinas Pendidikan, Dinas Perpustakaan dan Kearsipan
|
0,00% | Sangat Rendah | 0,00% | Sangat Rendah |
Penghambat: -, Program tersebut di RKPD TA 2026 Tidak ada anggaran , sehingga menyebabkan capaian kinerja Dinas Pendidikan rendah karena sebagai pembagi
|
| 8 |
Program Pembinaan Perpustakaan
Dinas Perpustakaan dan Kearsipan
|
0,00% | Sangat Rendah | 87,83% | Sangat Tinggi |
Pendorong: Kegiatan dapat dilaksanakan sesuai dengan target yang telah ditetapkan, beberapa kegiatan yang belum terlaksana pada triwulan sebelumnya juga dapat dilaksanakan pada triwulan ini
Penghambat: Beberapa kegiatan belum dilaksanakan
Tindak Lanjut: Melaksanakan kegiatan yang belum dapat terealisasi di triwulan ini pada triwulan berikutnya
|
| 9 |
Program Pelestarian Koleksi Nasional dan Naskah Kuno
Dinas Perpustakaan dan Kearsipan
|
66,67% | Tinggi | 79,59% | Sangat Tinggi |
Pendorong: Terdapat banyak naskah kuno yang dimiliki oleh masyarakat Gunungkidul sehingga potensi pelestarian naskah kuno cuku tinggi
Penghambat: sosialisasi dan pendataan naskah kuno tidak sesuai angkas..yg harusnya terlaksana di bulan juni mundur ke bulan juli, karena perlu kesiapan dari kapanewon untuk mendatangkan para pemilik naskah kuno
Tindak Lanjut: Segera melakukan koordinasi dengan kapanewon agar pendataan naskah kuno dapat segera terlaksana
|
| 10 |
Program Penyelenggaraan Keistimewaan Yogyakarta Urusan Kelembagaan dan Ketatalaksanaan
Dinas Pendidikan, Dinas Perpustakaan dan Kearsipan
|
0,00% | Sangat Rendah | 0,00% | Sangat Rendah |
Penghambat: -, Program tersebut di RKPD TA 2026 Tidak ada anggaran , sehingga menyebabkan capaian kinerja Dinas Pendidikan rendah karena sebagai pembagi
|
Tabel 7 program pendukung Sasaran 1.2.
| No | Program Pendukung | Capaian Kin. | Predikat | Capaian Keu. | Predikat | Faktor Pendorong, Penghambat & Tindak Lanjut |
|---|---|---|---|---|---|---|
| 1 |
Program Penunjang Urusan Pemerintahan Daerah Kabupaten/Kota
Dinas Kesehatan
|
100,15% | Sangat Tinggi | 70,80% | Sangat Tinggi |
Pendorong: Tersedianya anggaran untuk belanja pegawai, kebutuhan operasional perkantoran, peralatan dan perlengkapan kantor, serta pemeliharaan kendaraan dan gedung
Penghambat: Perbedaan antara kebutuhan riil dengan perencanaan awal, terutama pada belanja operasional, pengadaan peralatan, pemeliharaan kendaraan dan gedung, serta luas wilayah Kabupaten Gunungkidul dan jarak antarwilayah menyebabkan kendaraan operasional memiliki intensitas penggunaan yang cukup tinggi sehingga memerlukan pemeliharaan secara berkala. Pada pemeliharaan gedung, kebutuhan juga berbeda-beda sesuai kondisi dan usia bangunan masing-masing unit kerja
Tindak Lanjut: 1. Melakukan inventarisasi dan penyusunan skala prioritas kebutuhan ATK, peralatan dan perlengkapan kantor
2. Meningkatkan monitoring pelaksanaan kegiatan dan penyerapan anggaran secara berkala sehingga kendala dapat segera ditindaklanjuti
3. Melakukan evaluasi dan pemutakhiran kebutuhan anggaran berdasarkan realisasi dan kebutuhan riil masing-masing kegiatan
|
| 2 |
Program Pemenuhan Upaya Kesehatan Perorangan dan Upaya Kesehatan Masyarakat
Dinas Kesehatan
|
75,51% | Sangat Tinggi | 73,90% | Sangat Tinggi |
Pendorong: tersedianya jaringan pelayanan kesehatan melalui puskesmas dan jaringannya, dukungan tenaga kesehatan dan kader, keberadaan posyandu serta dukungan lintas program dan lintas sektor. Selain itu, adanya perhatian terhadap program prioritas kesehatan seperti penurunan stunting, kesehatan ibu dan anak, pengendalian penyakit menular dan tidak menular, kesehatan jiwa, serta kesehatan lansia turut mendukung pencapaian program
Penghambat: 1. luasnya wilayah dan kondisi geografis yang beragam, sehingga akses dan jangkauan pelayanan kesehatan belum selalu sama di setiap wilayah. Persebaran penduduk yang relatif luas serta sebagian masyarakat yang tinggal jauh dari fasilitas pelayanan kesehatan membutuhkan pelaksanaan pelayanan secara bertahap dan berbasis prioritas.
2. Masih terdapat tantangan dalam penemuan kasus secara dini, kepatuhan pengobatan, perubahan perilaku masyarakat, stigma terhadap penyakit tertentu, serta keterlibatan keluarga dalam pemantauan kesehatan
Tindak Lanjut: 1. Meningkatkan pelayanan kesehatan berbasis wilayah dengan memperkuat peran puskesmas, pustu, posyandu, kader, dan jejaring pelayanan kesehatan
2. Memperkuat intervensi penurunan stunting melalui koordinasi lintas program dan lintas sektor sampai tingkat kapanewon/kalurahan
3. Melakukan monitoring dan evaluasi capaian fisik dan keuangan secara berkala untuk memastikan kegiatan berjalan sesuai target dan anggaran dapat dimanfaatkan secara efektif dan efisien
|
| 3 |
Program Peningkatan Kapasitas Sumber Daya Manusia Kesehatan
Dinas Kesehatan
|
246,98% | Sangat Tinggi | 30,89% | Sangat Rendah |
Pendorong: 1. Tersedianya fasilitas pelayanan kesehatan pemerintah maupun swasta yang membutuhkan tenaga kesehatan dengan legalitas praktik yang sesuai
2.Dukungan sistem pelayanan perizinan dan koordinasi antara Dinas Kesehatan dengan perangkat daerah terkait
3.danya tuntutan peningkatan mutu dan keselamatan pelayanan kesehatan melalui tenaga kesehatan yang memiliki kompetensi serta izin praktik
Penghambat: 1. Luas wilayah Gunungkidul dan kondisi geografis berbukit/karst menyebabkan akses tenaga kesehatan dari wilayah tertentu menuju pusat pelayanan administrasi relatif lebih sulit
2.Masih dimungkinkan adanya keterlambatan pengurusan/perpanjangan izin praktik karena kelengkapan dokumen persyaratan belum terpenuhi
3.Mobilitas tenaga kesehatan cukup tinggi sehingga data tenaga kesehatan yang aktif praktik perlu diperbarui secara berkala
Tindak Lanjut: 1. Mempercepat dan menyederhanakan proses pelayanan izin praktik dengan mengoptimalkan layanan administrasi berbasis elektronik
2.Melaksanakan monitoring terhadap masa berlaku izin praktik sehingga perpanjangan dapat dilakukan sebelum masa berlaku berakhir
3. Meningkatkan koordinasi dengan organisasi profesi, fasilitas pelayanan kesehatan, dan perangkat daerah terkait
|
| 4 |
Program Sediaan Farmasi, Alat Kesehatan dan Makanan Minuman
Dinas Kesehatan
|
97,19% | Sangat Tinggi | 51,10% | Sedang |
Pendorong: 1. Adanya koordinasi antara Dinas Kesehatan dengan puskesmas, fasilitas pelayanan kesehatan, pelaku usaha, dan instansi terkait dalam pelaksanaan pengawasan
2. Dukungan tenaga kesehatan dan petugas pengelola program dalam melaksanakan pembinaan, pengawasan, serta pemantauan peredaran sediaan farmasi dan alat kesehatan
3. Pelaksanaan kegiatan dapat dilakukan secara bertahap sesuai dengan prioritas dan ketersediaan sumber daya
Penghambat: 1. Sebaran fasilitas pelayanan kesehatan dan sarana usaha yang cukup luas menyebabkan pelaksanaan kegiatan lapangan harus dilakukan secara bertahap berdasarkan prioritas
2. Jadwal pelaksanaan kegiatan dan koordinasi dengan pihak terkait perlu menyesuaikan kondisi lapangan, sehingga sebagian kegiatan belum dapat direalisasikan sesuai rencana awal
3. Realisasi belanja menyesuaikan kebutuhan riil kegiatan sehingga terdapat beberapa komponen anggaran yang belum terserap secara optimal
Tindak Lanjut: 1. Meningkatkan koordinasi dengan puskesmas, fasilitas pelayanan kesehatan, pelaku usaha, dan instansi terkait dalam penjadwalan kegiatan pengawasan dan pembinaan
2. Mengoptimalkan pemanfaatan sumber daya yang tersedia melalui integrasi kegiatan lapangan dan koordinasi lintas program.
3. Melakukan monitoring dan evaluasi terhadap capaian fisik dan keuangan secara berkala untuk mengidentifikasi kegiatan yang belum terlaksana dan mempercepat tindak lanjutnya
|
| 5 |
Program Pemberdayaan Masyarakat Bidang Kesehatan
Dinas Kesehatan
|
80,95% | Sangat Tinggi | 56,26% | Tinggi |
Pendorong: 1. Tersedianya tenaga pelaksana yang mendukung proses pembinaan, verifikasi dan pelayanan administrasi perizinan
2. Meningkatnya kebutuhan masyarakat terhadap pelayanan kesehatan dan bertambahnya kebutuhan tenaga serta fasilitas pelayanan kesehatan yang memenuhi standar
Penghambat: 1. Persebaran tenaga kesehatan dan fasilitas pelayanan kesehatan yang tidak merata menyebabkan kegiatan pembinaan dan pengawasan perlu dilakukan secara bertahap dan berdasarkan prioritas
2. Jadwal pembinaan, verifikasi lapangan, dan koordinasi dengan tenaga kesehatan/fasilitas pelayanan kesehatan perlu menyesuaikan kondisi dan kesiapan masing-masing pihak
Tindak Lanjut: 1.Meningkatkan koordinasi dengan puskesmas, organisasi profesi, tenaga kesehatan, apotek, klinik, dan fasilitas pelayanan kesehatan lainnya
2. Mengoptimalkan pelayanan administrasi dan verifikasi perizinan melalui koordinasi dan pemanfaatan sistem pelayanan yang tersedia
3. Melakukan monitoring terhadap permohonan perizinan yang masih dalam proses dan segera menindaklanjuti kekurangan dokumen atau hasil verifikasi
4. Melakukan monitoring dan evaluasi capaian fisik dan keuangan secara berkala
|
| 6 |
Program Penyelenggaraan Keistimewaan Yogyakarta Urusan Kebudayaan
Dinas Kesehatan
|
0,00% | Sangat Rendah | 0,00% | Sangat Rendah | - |
| 7 |
Program Penyelenggaraan Keistimewaan Yogyakarta Urusan Kelembagaan dan Ketatalaksanaan
Dinas Kesehatan
|
98,58% | Sangat Tinggi | 92,00% | Sangat Tinggi |
Pendorong: 1. Tersedianya anggaran yang mendukung pelaksanaan kegiatan kelembagaan dan ketatalaksanaan
2. Proses administrasi dan pertanggungjawaban keuangan dapat dilaksanakan dengan baik sehingga sebagian besar anggaran dapat direalisasikan
Penghambat: 1. Proses administrasi dan pengadaan/pertanggungjawaban kegiatan memerlukan penyesuaian agar pelaksanaan dapat berjalan sesuai ketentuan
2. Beberapa komponen belanja menyesuaikan dengan kebutuhan riil pelaksanaan kegiatan sehingga terdapat sisa pengadaan
3. Adanya penyesuaian jadwal dan teknis pelaksanaan kegiatan yang berdampak terhadap realisasi belanja
Tindak Lanjut: 1. Melakukan evaluasi terhadap pelaksanaan kegiatan dan komponen belanja yang belum terealisasi secara optimal dan Melakukan monitoring dan evaluasi secara berkala terhadap capaian fisik dan keuangan
2. Melakukan perencanaan dan penjadwalan kegiatan secara lebih cermat
3.Mempercepat penyelesaian administrasi dan pertanggungjawaban keuangan kegiatan
|
Tabel 7 program pendukung Sasaran 1.3.
| No | Program Pendukung | Capaian Kin. | Predikat | Capaian Keu. | Predikat | Faktor Pendorong, Penghambat & Tindak Lanjut |
|---|---|---|---|---|---|---|
| 1 |
Program Penunjang Urusan Pemerintahan Daerah Kabupaten/Kota
Dinas Sosial Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak
|
100,05% | Sangat Tinggi | 70,08% | Sangat Tinggi |
Pendorong: Belanja pemeliharaan rehab gedung kantor yang belum terlaksana
Penghambat: Proses persiapan dokumen pengadaan belum selesai
Tindak Lanjut: Segera menyelesaikan dokumen persiapan yang dibutuhkan
|
| 2 |
Program Pemberdayaan Sosial
Dinas Sosial Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak
|
75,00% | Sangat Tinggi | 53,69% | Sedang |
Pendorong: Upah TKSK yang teranggarkan masih 11 orang, tetapi TKSK murni hanya 2 karena yang lain jadi PPPK PW
Penghambat: Tidak terealisasinya anggaran Upah TKSK 9 Orang
Tindak Lanjut: Sudah proses pergeseran anggaran dan menunggu penetapan DPPA
|
| 3 |
Program Rehabilitasi Sosial
Dinas Sosial Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak
|
75,00% | Sangat Tinggi | 83,34% | Sangat Tinggi |
Pendorong: Sisa bansos permakanan siap saji
Penghambat: Penerima Bansos permakanan tidak sesuai dengan target dikarenakan KPM ada yang meninggal,pindah domisili dsb
Tindak Lanjut: Persiapan BNBA cadangan untuk menggantikan KPM yang tidak tersalur
|
| 4 |
Program Perlindungan dan Jaminan Sosial
Dinas Sosial Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak
|
75,00% | Sangat Tinggi | 43,57% | Rendah |
Pendorong: Penyaluran Bansos DBHCHT belum terealisasi
Penghambat: Perubahan BNBA Penerima setelah hasil verval dan Jumlah Nominal bansos
Tindak Lanjut: Sudah perbaikan BNBA dan jumlah Nominal menunggu penetapan DPPA 2026
|
| 5 |
Program Penanganan Bencana
Dinas Sosial Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak
|
75,00% | Sangat Tinggi | 68,38% | Sangat Tinggi |
Pendorong: Kegiatan sudah dilaksanakan sesuai dengan angkas
Penghambat: Kegiatan sudah dilaksanakan sesuai dengan angkas
Tindak Lanjut: Kegiatan sudah dilaksanakan sesuai dengan angkas
|
| 6 |
Program Pengelolaan Taman Makam Pahlawan
Dinas Sosial Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak
|
75,00% | Sangat Tinggi | 45,05% | Rendah |
Pendorong: Belanja Pemeliharaan Bangunan Gedung Kamar Mandi TMP
Penghambat: Proses persiapan dokumen pengadaan konstruksi
Tindak Lanjut: Segera menyelesaikan dokumen pengadaan konstruksi yang dibutuhkan
|
| 7 |
Program Penyelenggaraan Keistimewaan Yogyakarta Urusan Kebudayaan
Dinas Sosial Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak
|
0,00% | Sangat Rendah | 0,00% | Sangat Rendah | - |
Tabel 47 program pendukung Sasaran 2.1.
| No | Program Pendukung | Capaian Kin. | Predikat | Capaian Keu. | Predikat | Faktor Pendorong, Penghambat & Tindak Lanjut |
|---|---|---|---|---|---|---|
| 1 |
Program Penyelenggaraan Keistimewaan Yogyakarta Urusan Tata Ruang
Dinas Periwisata Ekonomi Kreatif Pemuda dan Olahraga; Dinas Kelautan dan perikanan
|
12,50% | Sangat Rendah | 94,41% | Sangat Tinggi |
Pendorong: Dukungan pemerintah, ketersediaan data dan dokumen tata ruang, koordinasi antarinstansi, serta partisipasi masyarakat dalam mendukung penataan ruang yang sesuai ketentuan., tidak alokasi anggaran pada tahun 2026
Penghambat: Kegiatan 1 kali event sudah dialksanakn pada TW 3 ini, tidak alokasi anggaran pada tahun 2026
Tindak Lanjut: -, tidak alokasi anggaran pada tahun 2026
|
| 2 |
Program Perencanaan Tenaga Kerja
Dinas Perdagangan dan Tenaga Kerja
|
0,00% | Sangat Rendah | 0,00% | Sangat Rendah |
Pendorong: Keterlibatan perusahaan dalam menyajikan data
Penghambat: Kekurangan SDM
Tindak Lanjut: Mengunakan jasa konsultan dalam perencanaan Tenagan kerja di triwulan 4
|
| 3 |
Program Pelatihan Kerja Dan Produktivitas Tenaga Kerja
Dinas Perdagangan dan Tenaga Kerja
|
98,81% | Sangat Tinggi | 67,75% | Sangat Tinggi |
Pendorong: Antusias masyarakat melngikuti pelatihan
Penghambat: Jenis pelatihan belum sepenuhnya mengikuti kebutuhan industri
Tindak Lanjut: Pengembangan Pelatihan sesuai dengan kebutuhan industri
|
| 4 |
Program Penempatan Tenaga Kerja
Dinas Perdagangan dan Tenaga Kerja
|
0,00% | Sangat Rendah | 18,94% | Sangat Rendah |
Pendorong: Antusias masyarakat untuk mencari pekerjaan
Penghambat: Banyak perusahaan yang tutup/ koleb
Tindak Lanjut: Penguatan layanan informasi pasar kerja,
|
| 5 |
Program Hubungan Industrial
Dinas Perdagangan dan Tenaga Kerja
|
0,00% | Sangat Rendah | 72,71% | Sangat Tinggi |
Pendorong: Hubungan yang harmonis antara serikat pekerja dan pengusaha
Penghambat: Tidak ada mediator
Tindak Lanjut: Monev ke perusahaan- perusahaan
|
| 6 |
Program Pelayanan Izin Usaha Simpan Pinjam
Dinas Perindustrian Koperasi Usaha Kecil dan Menengah
|
168,57% | Sangat Tinggi | 49,44% | Sedang |
Pendorong: Izin Usaha Simpan Pinjam (IUSP) merupakan keharusan mutlak bagi koperasi simpan pinjam untuk memastikan kepatuhan terhadap regulasi sebagaimana diatur dalam Permenkop 8 Tahun 2023 serta menjaga kepercayaan anggota dalam layanan yang aman dan terjamin.
Penghambat: Persyaratan IUSP sesuai Permenkop 8 Tahun 2023 dianggap memberatkan bagi koperasi dengan skala usaha yang belum terlalu besar di Gunungkidul
Tindak Lanjut: Melaksanakan kegiatan Sosialisasi Izin Usaha Simpan Pinjam kepada Koperasi di Kab. Gunungkidul dan mendorong komitmen dari koperasi dalam mengurus perizinan koperasi sesuai dengan aturan yang berlaku
|
| 7 |
Program Pengawasan Dan Pemeriksaan Koperasi
Dinas Perindustrian Kopi Usaha Kecil dan Menengah
|
75,00% | Sangat Tinggi | 76,60% | Sangat Tinggi |
Pendorong: Pengwasan koperasi depurlukan dalam menjaga kepatuhan tata kelola, organisasi, dan aturan perkoperasian dengan tujuan peningkatan kualitas Gerakan Koperasi di Kab. Gunungkidul dan menjaga ekosistem koperasi tetap berada dalam posisi sesuai dengan tauran perkoperasian yang berlaku
Penghambat: Kesadaran Koperasi tentang pentingnya pengawsan yang terstruktur baik dari internal maupun eksternal (Dinas dan KAP) koperasi. Sehingga dapat menghambat proses pengawasan gerakan koperasi di Kab Gunungkidul
Tindak Lanjut: Melaksanakan kegiatan pengawasan koperasi secara teratur baik dalam bentuk pengawasan langsung di lapangan maupun pengawsan yang bersifat pemantauan melalui laporan koperasi, masyarakat dan pihak diluar koperasi. (Off Site dan On Site)
|
| 8 |
Program Penilaian Kesehatan KSP/USP Kopi
Dinas Perindustrian Kopi Usaha Kecil dan Menengah
|
107,67% | Sangat Tinggi | 87,91% | Sangat Tinggi |
Pendorong: Kebutuhan data tentang kondisi usaha yang dijalankan koperasi aktif memalui proses penilaian kesehatan koperasi secara Off Site tatau tidak dilakukan pengawasan di lapangan. Data ini menjadi penting karena merupakan gambaran dari kondisi usaha dan oerganisasi koperasi yang dapat dilakukan analisa bertujuan untuk menentukan arah kegiatan dan pelayanan koperasi di Wilayah Kab. Gunungkidul
Penghambat: Laporan yang dikirimkan oleh koperasi belum disusun dengan standar yang sama sesuai dengan Permenkop No 2 Tahun 2024 sehingga memperlambat entri data koperasi ke dalam kertas kerja penilaian kesehatan koperasi
Tindak Lanjut: memeberikan Sosialisasi Penilaian kesehatan koperasi dengan tujuan memberikan Pemahaman pentingnya penilaian kesehatan sekaligus memebrikan pemahaman bahwa laporan koperasi harus disusun sesuai dengan aturan yang berlaku
|
| 9 |
Program Pendidikan Dan Latihan Perkoperasian
Dinas Perindustrian Kopi Usaha Kecil dan Menengah
|
112,86% | Sangat Tinggi | 80,26% | Sangat Tinggi |
Pendorong: Kebutuhan koperasi dalam rangka meningkatkan kualitas SDM koperasi dengan tujuan agar dapat memberikan pelayanan maksmial kepad aanggota dan mampu bersaing dengan kegiatan ekonomi lainnya
Penghambat: Belum meratanya kesadaran koperasi untuk mengikuti pelatihan dan peningkatan Kkualitas SDM sehingga koperasi yang mendaftarkan diri untuk kegiatan pelatihan belum seluruhnya
Tindak Lanjut: meningkatkan kualitas pelatihan baik dari sisi materi+narasumber dan pelayanan kelengkapan pelatihan sehingga meningkatkan minat koperasi dalam mengikuto pelatihan
|
| 10 |
Program Pemberdayaan Dan Perlindungan Kopi
Dinas Perindustrian Kopi Usaha Kecil dan Menengah
|
93,53% | Sangat Tinggi | 57,06% | Tinggi |
Pendorong: Kebutuhan untuk menjaga dan meningkatkan kualiatas koperasi di Kab. Gunungkidul dalam rangka menjaga peran koperasi sebagai salah satu pilar ekonomi kerakyatan
Penghambat: Persaingan dengan lembaga ekonomi lain yang kemudian ikut menjadi fakto penghambat pertumbhan lembaga koperasi dari sisi usaha
Tindak Lanjut: Memberikan pembinaan dalam berbagai bidang kepada koperasi dalam rangka mengiktkan kenierja dan usaha perkoperasian
|
| 11 |
Program Pemberdayaan Usaha Menengah, Usaha Kecil, Dan Usaha Mikro (UMKM)
Dinas Perindustrian Kopi Usaha Kecil dan Menengah
|
0,00% | Sangat Rendah | 90,32% | Sangat Tinggi |
Pendorong: Peningkatan Akses Modal dan Pendanaan melalui Program subsidi bunga Kredit Usaha Rakyat (KUR) bertujuan mengatasi kendala permodalan,
Penghambat: Kurangnya keterampilan teknis, manajemen usaha, dan pengetahuan kewirausahaan pagi pelaku umkm
Tindak Lanjut: Penambahan pelatihan kewirausaha pagi umkm
|
| 12 |
Program Pengembangan UMKM
Dinas Perindustrian Kopi Usaha Kecil dan Menengah
|
0,00% | Sangat Rendah | 73,17% | Sangat Tinggi |
Pendorong: Kemampuan berinovasi dalam menghasilkan produk yang sesuai tren pasar
Penghambat: Kurangnya saluran pemasaran dan persaingan ketat, termasuk dengan usaha besar
Tindak Lanjut: Menggunakan model pemasaran kemitraan untuk memperluas jangkauan distribusi dengan bekerja sama dengan indomart/ alfamat
|
| 13 |
Program Pengembangan Iklim Penanaman Modal
Dinas Penanaman Modal Pelayanan Terpadu Satu Pintu
|
106,45% | Sangat Tinggi | 94,03% | Sangat Tinggi |
Pendorong: Komitmen Sumber Daya Manusia dan Dukungan Anggaran. Tersedianya alokasi anggaran yang memadai disertai komitmen seluruh SDM untuk memastikan pelaksanaan rencana kegiatan berjalan secara konsisten dan tepat waktu sesuai dengan rencana aksi yang telah ditetapkan. Capaian serapan anggaran sudah sesuai dengan angkas TW 3
Penghambat: Tidak ada kendala yang berarti, capaian serapan anggaran sudah sesuai angkas TW 3
Tindak Lanjut: Tetap berkomitmen dalam pelaksanaan kegiatan sesuai jadwal yang telah direncanakan.
|
| 14 |
Program Promosi Penanaman Modal
Dinas Penanaman Modal Pelayanan Terpadu Satu Pintu
|
100,00% | Sangat Tinggi | 49,75% | Sedang |
Pendorong: Komitmen Sumber Daya Manusia dan Dukungan Anggaran. Tersedianya alokasi anggaran yang memadai disertai komitmen seluruh SDM untuk memastikan pelaksanaan rencana kegiatan berjalan secara konsisten dan tepat waktu sesuai dengan rencana aksi yang telah ditetapkan. Capaian serapan anggaran sudah sesuai dengan angkas TW 3
Penghambat: Tidak ada kendala yang berarti, capaian serapan anggaran sudah sesuai angkas TW 3
Tindak Lanjut: Tetap berkomitmen dalam pelaksanaan kegiatan sesuai jadwal yang telah direncanakan
|
| 15 |
Program Pelayanan Penanaman Modal
Dinas Penanaman Modal Pelayanan Terpadu Satu Pintu
|
70,73% | Sangat Tinggi | 62,76% | Tinggi |
Pendorong: Komitmen Sumber Daya Manusia dan Dukungan Anggaran. Tersedianya alokasi anggaran yang memadai disertai komitmen seluruh SDM untuk memastikan pelaksanaan rencana kegiatan berjalan secara konsisten dan tepat waktu sesuai dengan rencana aksi yang telah ditetapkan. Capaian serapan anggaran sudah sesuai dengan angkas TW 3
Penghambat: Tidak ada kendala yang berarti, capaian serapan anggaran sudah sesuai angkas TW 3
Tindak Lanjut: Tetap berkomitmen dalam pelaksanaan kegiatan sesuai jadwal yang telah direncanakan
|
| 16 |
Program Pengendalian Pelaksanaan Penanaman Modal
Dinas Penanaman Modal Pelayanan Terpadu Satu Pintu
|
81,58% | Sangat Tinggi | 69,71% | Sangat Tinggi |
Pendorong: Trsedianya alokasi anggaran yang memadai disertai komitmen seluruh SDM untuk memastikan pelaksanaan rencana kegiatan berjalan secara konsisten dan tepat waktu sesuai dengan rencana aksi yang telah ditetapkan.
Penghambat: Tidak ada kendala yang berarti, capaian serapan anggaran sudah sesuai angkas TW 3
Tindak Lanjut: Tetap berkomitmen dalam pelaksanaan kegiatan sesuai jadwal yang telah direncanakan
|
| 17 |
Program Pengelolaan Data Dan Sistem Informasi Penanaman Modal
Dinas Penanaman Modal Pelayanan Terpadu Satu Pintu
|
98,85% | Sangat Tinggi | 39,52% | Rendah |
Pendorong: Trsedianya alokasi anggaran yang memadai disertai komitmen seluruh SDM untuk memastikan pelaksanaan rencana kegiatan berjalan secara konsisten dan tepat waktu sesuai dengan rencana aksi yang telah ditetapkan.
Penghambat: - Belanja jasa dalam proses pengadaan.
- Untuk anggaran honor Tim koordinasi pengawasan
penyelenggaraan perizinan, pelayanan
publik dan pendapatan daerah dipangkas menjadi 4 OB disesuaikan pada anggaran perubahan menurut Peraturan Bupati Gunungkidul
Nomor 63 Tahun 2025
Tindak Lanjut: Tetap berkomitmen dalam pelaksanaan kegiatan sesuai jadwal yang telah direncanakan
|
| 18 |
Program Pengembangan Kapasitas Daya Saing Kepemudaan
Dinas Periwisata Ekonomi Kreatif Pemuda dan Olahraga; Dinas Kelautan dan perikanan
|
100,00% | Sangat Tinggi | 72,92% | Sangat Tinggi |
Pendorong: Dukungan pemerintah daerah, partisipasi aktif pemuda, kerja sama antar instansi, ketersediaan anggaran serta dukungan masyarakat.
Penghambat: Pelaksanaan keg Upacara hari Sumpah pemudan dan Lomba LBB dia dakan bulan Oktober, sedangkan Alkasnya pada TW 2
Tindak Lanjut: akan dioptomalkan paad bulan Oktober ini
|
| 19 |
Program Pengembangan Kapasitas Daya Saing Keolahragaan
Dinas Periwisata Ekonomi Kreatif Pemuda dan Olahraga; Dinas Kelautan dan perikanan
|
83,33% | Sangat Tinggi | 63,11% | Tinggi |
Pendorong: Dukungan pemerintah, antusiasme masyarakat dan pemuda, ketersediaan sarana prasarana olahraga, serta kerja sama dengan klub dan organisasi olahraga
Penghambat: adanya Keg Fisik yg belum terlaksana berupa pembangunan sarana olahraga karena salah input dalam proses pengadaan
Tindak Lanjut: sudan dientry lagi di proses pengadaann , diharapkan segera ada pemenangnya dan terlaksana keg fisisknya
|
| 20 |
Program Pengembangan Kapasitas Kepramukaan
Dinas Periwisata Ekonomi Kreatif Pemuda dan Olahraga; Dinas Kelautan dan perikanan
|
100,00% | Sangat Tinggi | 100,00% | Sangat Tinggi | - |
| 21 |
Program Penyelenggaraan Keistimewaan Yogyakarta Urusan Kebudayaan
Dinas Periwisata Ekonomi Kreatif Pemuda dan Olahraga; Dinas Kelautan dan perikanan
|
16,67% | Sangat Rendah | 87,25% | Sangat Tinggi |
Pendorong: Dukungan pemerintah dan masyarakat, partisipasi pelaku budaya, potensi budaya lokal yang beragam, serta kerja sama dengan komunitas dan lembaga kebudayaan, memperluas jaringan pemasaran produk kreatif, meningkatkan kesejahteraan IKM di bidang fashion dan batik, serta mempromosikan pariwisata pantai di Kabupaten Gunungkidul,, tidak alokasi anggaran pada tahun 2026, Tidak terdapat alokasi anggaran pada tahun 2026
Penghambat: Kegiatan 2 kali event sudah terlaksana, tidak alokasi anggaran pada tahun 2026, Tidak terdapat alokasi anggaran pada tahun 2026, • Hubungan antara model, pakaian, dan penonton bersifat satu arah. Penonton hanya duduk diam menyaksikan, membuat acara terasa berjarak dan formal.
Tindak Lanjut: -, Buat konsep Interactive Fashion Show. Gunakan teknologi Augmented Reality (AR) di mana penonton bisa memindai kode QR pada buklet acara untuk melihat detail pakaian secara digital. Anda juga bisa mengadakan sesi See Now, Buy Now langsung di tempat, di mana penonton bisa memesan batik yang sedang diperagakan secara instan lewat aplikasi., tidak alokasi anggaran pada tahun 2026, Tidak terdapat alokasi anggaran pada tahun 2026
|
| 22 |
Program Penunjang Urusan Pemerintahan Daerah Kabupaten/Kota
Dinas Periwisata Ekonomi Kreatif Pemuda dan Olahraga; Dinas Kelautan dan perikanan
|
93,56% | Sangat Tinggi | 61,71% | Tinggi |
Pendorong: Dukungan anggaran dan koordinasi yang baik antara pelaksana kegiatan, Dukungan pimpinan dan koordinasi antarbidang, ketersediaan SDM dan sarana prasarana, serta dukungan anggaran dan kerja sama antarinstansi dalam menunjang pelaksanaan administrasi pemerintahan., Komitmen Sumber Daya Manusia dan Dukungan Anggaran. Tersedianya alokasi anggaran yang memadai disertai komitmen seluruh SDM untuk memastikan pelaksanaan rencana kegiatan berjalan secara konsisten dan tepat waktu sesuai dengan rencana aksi yang telah ditetapkan. Capaian serapan anggaran sudah sesuai dengan angkas TW 3, Koordinasi dan Komunikasi yang baik antar pegawai, Semangat Pegawai untuk melaksanakan kegiatan, yang mepengaruhi capaian kinerja dan keuangan program adalah Ketersediaan anggaran yang cukup dan sesuai dengan kebutuhan.
Penghambat: Anggaran Minim, Belanja Pemeliharaan Bangunan Gedung Kantor untuk Pemeliharaan Jaringan Listrik MPP dalam proses pengadaan, sudah sesuai dengan rencana program, Tagihan listrik yang turun karena mesin Pabrik es yang rusak selama 3 bulan, terbatasnya sarana penunjang (Komputer & printer)., Terjadi kendala karena masih melengkapi berbagai persyaratan administrasi pada kegiatan pengadaan yang menyebabkan keterlambatan pelaksanaan
Tindak Lanjut: akan diselesaikan pada TW4, Dilakukan percepatan penyusunan dan pelengkapan dokumen pengadaan, Efisiensi Penggunaan Anggaran, Indentifikasi Sarana Prasana sesuai kondisi barang riel dan penghapusan sarana prasana yang sudah tidak layak dipakai., Perbaikan mesin pabrik es, Tetap berkomitmen dalam pelaksanaan kegiatan sesuai jadwal yang telah direncanakan.
|
| 23 |
Program Pengelolaan Pieterian Tangkap
Dinas Kelautan dan Pieterian
|
61,15% | Tinggi | 77,61% | Sangat Tinggi |
Pendorong: 1. Kemitraan dan komunikasi yang solid antara Dinas kab, propinsi, kkp dan KUB
2. Pelatihan dan Penyuluhan sesuai kebutuhan nelayan
3. Pemanfaatan teknologi informasi untuk mempercepat akses informasi
4. Perencanaan program berbasis kajian mendalam melalui konsultasi dg berbagai pihak termasuk nelayan, tidak hanya kopi paste tahun sebelumnya
5. Koordinasi dan komunikasi internal dinas solid
Penghambat: 1. Keterbatasan kewenangan dinas kabupaten
2. Keterbatasan infrastruktur perikanan tangkap seperti SPBN, perbengkrlan mesin perahu, pabrik es dll
3. Kurangnya adopsi teknologi penangkapan ikan yang tepat dan menguatnya dampak negatif pemanasan global
4. Regulasi yang kurang didukung oleh instrumen pelaksanaan yang relevan menyulitkan penerapan di lapangan
5. Kelembagaan dinas yang belum ideal karena di tengah keterbatasan personil, bid tangkap masih dobel tugas di pengolahan dan pemasaran
Tindak Lanjut: 1. Meningkatkan kolaborasi antar stakeholder secara horisontal dan vertikal
2. Pengusulan KNMP sebagai salah satu solusi mengatasi keterbatasan infrastruktur
3. Mendorong nelayan memanfaatkan teknologi digital dalam penangkapan ikan dan memiliki diversifikasi usaha utk mengantisipasi musim yang tidak menentu akibat global warming
4. Evaluasi beban kerja baik secara per individu, tingkatan timja dan bidang yg diikuti pembagian beban yg lebih merata antar bidang
5. Penyempurnaan kelembagaan dinas dengan beban kerja yang lebih berkeadilan diikuti peningkatan SDM baik scr kualitas maupun kuantitas
|
| 24 |
Program Pengelolaan Pieterian Budidaya
Dinas Kelautan dan Pieterian
|
39,59% | Rendah | 80,31% | Sangat Tinggi |
Pendorong: Kelompok sasaran kooperatif dan antusias dalam menerima program -Kerjasama yang baik dengan penyuluh perikanan -Koordinasi dan pembagian tugas tim yang baik dan kompak
Penghambat: Kebijakan dari pusat terkait dengan PKPN yang berubah ubah serta belum adanya juknis kegiatan -Koordinasi lintas OPD yang masih kurang terjalin dalam pelaksanaan PKPN
Tindak Lanjut: -Terkait dengan PKPN, membuat nota dinas ke pimpinan agar koordinasi lintas OPD lebih baik -Terus menjalin komunikasi dengan KKP tertutama DJPB
|
| 25 |
Program Pengawasan Sumber Daya Kelautan Dan Pieterian
Dinas Kelautan dan Pieterian
|
85,85% | Sangat Tinggi | 75,53% | Sangat Tinggi |
Pendorong: Keterbatasan personil dan wilayah cakupan yg luas -Keterbatasan sarpras operasional -Konflik sosial pemanfaatan sumberdaya -Merebaknya spesies ikan invasif Tekanan aktivitas non-perikanan
Penghambat: Kearifan lokal di beberapa daerah -Sinergi lintas sektor dalam pengawasan Peran aktif pokmaswas
Tindak Lanjut: penguatan strategi pengawasan berbasis teknologi, optimalisasi anggaran, peningkatan kompetensi Sumber Daya Manusia (SDM), dan pemberdayaan Kelompok Masyarakat Pengawas (Pokmaswas)
|
| 26 |
Program Pengolahan Dan Pemasaran Hasil Pieterian
Dinas Kelautan dan Pieterian
|
159,68% | Sangat Tinggi | 89,79% | Sangat Tinggi |
Pendorong: -Potensi sumberdaya ikan
-Kelembagaan kelompok pengolah dan pemasar
-Daerah tujuan wisata sebagai akses pasar
Perkembangan teknologi pengolahan
Penghambat: -Keterbatasan anggaran
-Minimnya sarana dan prasarana pengolahan
-Kualitas SDM masih rendah sehingga kurang memperhatikan aspek GMP SSOP
Legalitas dan sertifikasi produk belum terpenuhi
Tindak Lanjut: pengadaan dan peremajaan alat yang tepat guna, peningkatan kapasitas sumber daya manusia (SDM)
|
| 27 |
Program Peningkatan Daya Tarik Destinasi Pariwisata
Dinas Periwisata Ekonomi Kreatif Pemuda dan Olahraga; Dinas Kelautan dan perikanan
|
100,00% | Sangat Tinggi | 64,05% | Tinggi |
Pendorong: Dukungan pemerintah dan masyarakat, potensi destinasi wisata yang beragam, ketersediaan sarana prasarana, serta kerja sama dengan pelaku usaha dan masyarakat sekitar.
Penghambat: Kegiatan Fisik Sarana Pariwisata mundur pelaksanaanya karena menunggu ijin dari kementerian
Tindak Lanjut: pembangunan fisik sudah dilmulai pada blan September diharapkan selsai pada TW4
|
| 28 |
Program Pemasaran Pariwisata
Dinas Periwisata Ekonomi Kreatif Pemuda dan Olahraga; Dinas Kelautan dan perikanan
|
101,00% | Sangat Tinggi | 45,98% | Rendah |
Pendorong: Dukungan pemerintah dan pelaku usaha, potensi destinasi wisata yang menarik, pemanfaatan media digital, serta kerja sama dalam promosi pariwisata
Penghambat: keg revalidasi Geopark diundur pada TW 4 dari semula di TW3
Tindak Lanjut: dipersiapkan keg di TW4
|
| 29 |
Program Pengembangan Ekonomi Kreatif Melalui Pemanfaatan Dan Perlindungan Hak Kekayaan Intelektual
Dinas Periwisata Ekonomi Kreatif Pemuda dan Olahraga; Dinas Kelautan dan perikanan
|
72,00% | Sangat Tinggi | 74,30% | Sangat Tinggi |
Pendorong: Dukungan pemerintah, kreativitas dan inovasi pelaku ekonomi kreatif, kesadaran terhadap perlindungan HKI, serta adanya pendampingan dan fasilitasi pendaftaran HKI.
Penghambat: sudah sesuai dengan rencana program
Tindak Lanjut: akan diselesaikan pada TW4
|
| 30 |
Program Pengembangan Sumber Daya Pariwisata Dan Ekonomi Kreatif
Dinas Periwisata Ekonomi Kreatif Pemuda dan Olahraga; Dinas Kelautan dan perikanan
|
90,00% | Sangat Tinggi | 78,94% | Sangat Tinggi |
Pendorong: Dukungan pemerintah, antusiasme dan partisipasi pelaku pariwisata serta ekonomi kreatif, ketersediaan program pelatihan dan pendampingan, serta kerja sama dengan berbagai pihak.
Penghambat: sudah sesuai dengan rencana program
Tindak Lanjut: akan diselesaikan pada TW4
|
| 31 |
Program Penyediaan Dan Pengembangan Sarana Pertanian
Dinas Pertanian dan Pangan
|
156,86% | Sangat Tinggi | 33,24% | Sangat Rendah |
Pendorong: Dukungan anggaran dan koordinasi yang baik antara pelaksana kegiatan dengan kelompok tani terkait
Penghambat: Beberapa pengadaan masih belum dapat dilaksanakan, seperti terkait honorarium petugas IB karena bergantung pada jumlah pelayanan IB yang dilakukan petugas serta terkait pembelian nitrogen cair untuk bibit yang terhambat karena stok sebelumnya masih ada sehingga menghabiskan stok terlebih dahulu
Tindak Lanjut: Melakukan percepatan pelaksaan kegiatan di triwulan IV
|
| 32 |
Program Penyediaan Dan Pengembangan Prasarana Pertanian
Dinas Pertanian dan Pangan
|
36,57% | Sangat Rendah | 49,49% | Sedang |
Pendorong: Dukungan anggaran dan koordinasi yang baik antara pelaksana kegiatan dengan kelompok tani terkait
Penghambat: Pelaksanaan pembangunan irigasi pertanian dan jalan usaha tani terhambat pada proses perencanaan antara tim teknis dengan pihak konsultan perencana
Tindak Lanjut: akan segera dilakukan percepatan proses baik perencanaan maupun pembangunan di triwulan IV
|
| 33 |
Program Pengendalian Kesehatan Hewan Dan Kesehatan Masyarakat Veteriner
Dinas Pertanian dan Pangan
|
69,51% | Sangat Tinggi | 64,77% | Tinggi |
Pendorong: Dukungan anggaran dan koordinasi yang baik antara pelaksana kegiatan
Penghambat: sampai dengan triwulan III, pelaksanaan kegiatan berjalan sesuai rencana, hanaya saja ada silpa yang cukup banyak pada pembelian obat-obatan kesehatan hewan
Tindak Lanjut: Penyusunan HPS dan perencanaan kebutuhan obat-obatan kesehatan hewan agar mengacu pada data harga terbaru dan kebutuhan riil di lapangan
|
| 34 |
Program Pengendalian Dan Penanggulangan Bencana Pertanian
Dinas Pertanian dan Pangan
|
79,61% | Sangat Tinggi | 80,32% | Sangat Tinggi |
Pendorong: Dukungan anggaran dan koordinasi yang baik antara pelaksana kegiatan dengan kelompok tani terkait
Penghambat: sampai dengan triwulan III, pelaksanaan kegiatan berjalan sesuai rencana
Tindak Lanjut: Mempercepat pelaksanaan sisa kegiatan pada triwulan IV serta memastikan seluruh anggaran terserap dan dipertanggungjawabkan sesuai ketentuan
|
| 35 |
Program Perizinan Usaha Pertanian
Dinas Pertanian dan Pangan
|
25,45% | Sangat Rendah | 40,80% | Rendah |
Pendorong: Dukungan anggaran dan koordinasi yang baik antara pelaksana kegiatan
Penghambat: Sampai dengan triwulan III, pelaksanaan kegiatan berjalan sesuai rencana, namun terdapat beberapa kegiatan yang jadwal pelaksanaannya perlu disesuaikan dengan kesiapan dan koordinasi antar kegiatan serta pihak terkait
Tindak Lanjut: Menyusun ulang jadwal pelaksanaan kegiatan berdasarkan skala prioritas dan memperkuat koordinasi dengan pihak terkait agar seluruh kegiatan dapat terlaksana dan terealisasi sebelum akhir tahun anggaran
|
| 36 |
Program Penyuluhan Pertanian
Dinas Pertanian dan Pangan
|
85,16% | Sangat Tinggi | 47,56% | Rendah |
Pendorong: Dukungan anggaran dan koordinasi yang baik antara pelaksana kegiatan dengan kelompok tani terkait
Penghambat: Sampai dengan triwulan III, pelaksanaan kegiatan berjalan sesuai rencana, namun terdapat beberapa kegiatan yang jadwal pelaksanaannya perlu disesuaikan dengan kesiapan dan koordinasi antar kegiatan serta pihak terkait
Tindak Lanjut: Menyusun ulang jadwal pelaksanaan kegiatan berdasarkan skala prioritas dan memperkuat koordinasi dengan pihak terkait agar seluruh kegiatan dapat terlaksana dan terealisasi sebelum akhir tahun anggaran
|
| 37 |
Program Perizinan Dan Pendaftaran Perusahaan
Dinas Perdagangan dan Tenaga Kerja
|
78,75% | Sangat Tinggi | 87,05% | Sangat Tinggi |
Pendorong: SDM yang memenuhi
Penghambat: Sulit menemui Pemilik Perusahaan
Tindak Lanjut: Penjadwalan ulang
|
| 38 |
Program Peningkatan Sarana Distribusi Perdagangan
Dinas Perdagangan dan Tenaga Kerja
|
67,50% | Sangat Tinggi | 74,93% | Sangat Tinggi |
Pendorong: masih banyak masyarakat yang lebih suka bertransaksi di pasar
Penghambat: Banyak Toko modern dan penjualan secara online/onlineshop
Tindak Lanjut: Perbaikan Sarana Perdanganan dan Lingkungannya
|
| 39 |
Program Stabilisasi Harga Barang Kebutuhan Pokok Dan Barang Penting
Dinas Perdagangan dan Tenaga Kerja
|
100,00% | Sangat Tinggi | 72,56% | Sangat Tinggi |
Pendorong: Semakin banyak pedagangan yang berminat menjadi agen toko kendali inflasi
Penghambat: Inflasi
Tindak Lanjut: pelaksakan Operasi pasar dan pasar murah
|
| 40 |
Program Pengembangan Ekspor
Dinas Perdagangan dan Tenaga Kerja
|
0,00% | Sangat Rendah | 92,79% | Sangat Tinggi |
Pendorong: Banyak Barang yang sudah berkualitas Ekspor
Penghambat: Syarat exspor yang terlalu rumit sehingga IKM tidak berminat menjadi pengexspor
Tindak Lanjut: Pembinaan Exspor
|
| 41 |
Program Standardisasi Dan Perlindungan Konsumen
Dinas Perdagangan dan Tenaga Kerja
|
450,90% | Sangat Tinggi | 80,90% | Sangat Tinggi |
Pendorong: Jasa service UTTP yang tidak dikenakan biaya/gratis
Penghambat: Kurangnya penera
Tindak Lanjut: Bimtek penera
|
| 42 |
Program Penggunaan Dan Pemasaran Produk Dalam Negeri
Dinas Perdagangan dan Tenaga Kerja
|
0,00% | Sangat Rendah | 81,09% | Sangat Tinggi |
Pendorong: Banyak UMKM yang ingin mempromosikan produknya
Penghambat: Kompetensi IKM yang masih mini dalam promosi
Tindak Lanjut: Pelaksan BAzar dan penyediaan aplikasi Gema Srikandi
|
| 43 |
Program Perencanaan Dan Pembangunan Industri
Dinas Perindustrian Kopi Usaha Kecil dan Menengah
|
0,00% | Sangat Rendah | 91,88% | Sangat Tinggi |
Pendorong: Program perencanaan dan pembangunan industri didukung oleh komitmen pemerintah daerah, ketersediaan arah kebijakan melalui RPIK, peran aktif Dekranasda, fasilitasi HKI merek, serta kolaborasi antar stakeholder yang mendorong peningkatan kapasitas dan daya saing pelaku usaha.
Penghambat: Kegiatan ini masih terkendala oleh rendahnya pemahaman dan kesadaran pelaku usaha terhadap RPIK dan HKI merk, keterbatasan anggaran dan jangkauan sosialisasi
Tindak Lanjut: Perlu dilakukan peningkatan intensitas sosialisasi dan pendampingan serta pelaksanaan kegiatan lanjutan sesuai dengan jadwal yang telah ditetapkan
|
| 44 |
Program Pengendalian Izin Usaha Industri
Dinas Perindustrian Kopi Usaha Kecil dan Menengah
|
99,57% | Sangat Tinggi | 94,42% | Sangat Tinggi |
Pendorong: Meningkatnya dukungan pemerintah melalui kemudahan perizinan dan kerjasama antar stakeholder
Penghambat: Rendahnya kesadaran pelaku Industri Kecil dan Menengah (IKM) terhadap pentingnya kepemilikan legalitas usaha sektor industri
Tindak Lanjut: melakukan pendampingan dan sosialisasi kepemilikan legalitas usaha sektor industri secara berkelanjutan
|
| 45 |
Program Pengelolaan Sistem Informasi Industri Nasional
Dinas Perindustrian Kopi Usaha Kecil dan Menengah
|
95,96% | Sangat Tinggi | 85,94% | Sangat Tinggi |
Pendorong: Penggunaan platform SIINas yang dapat diakses secara online mempermudah proses registrasi dan pelaporan data industri.
Penghambat: Keterbatasan kemampuan IKM dalam penggunaan teknologi menjadi kendala dalam proses registrasi dan pengisian data SIINas
Tindak Lanjut: Melakukan pendampingan dan sosialisasi SIINas secara berkelanjutan
|
| 46 |
Program Pembangunan Kawasan Transmigrasi
Dinas Perdagangan dan Tenaga Kerja
|
0,00% | Sangat Rendah | 16,95% | Sangat Rendah |
Pendorong: Antusiasme masyarakat untuk menjadi transmigran
Penghambat: Tidak ada quota di tahun 2026
Tindak Lanjut: Penyuluhan transmigrasi
|
| 47 |
Program Penyelenggaraan Keistimewaan Yogyakarta Urusan Kelembagaan Dan Ketatalaksanaan
Dinas Penanaman Modal Pelayanan Terpadu Satu Pintu
|
0,00% | Sangat Rendah | 0,00% | Sangat Rendah |
Pendorong: Tidak terdapat alokasi anggaran pada tahun 2026
Penghambat: Tidak terdapat alokasi anggaran pada tahun 2026
Tindak Lanjut: Tidak terdapat alokasi anggaran pada tahun 2026
|
Tabel 1 program pendukung Sasaran 2.2.
| No | Program Pendukung | Capaian Kin. | Predikat | Capaian Keu. | Predikat | Faktor Pendorong, Penghambat & Tindak Lanjut |
|---|---|---|---|---|---|---|
| 1 |
Program Pengelolaan Pendapatan Daerah
Badan Keuangan dan Aset Daerah
|
69,44% | Sangat Tinggi | 62,22% | Tinggi |
Pendorong: Tuntutan pelayan publik yang harus lebih berkualitas
Penghambat: Pegawai yang purna tugas sangat mempengaruhi kinerja pelayanan
Tindak Lanjut: Mengoptimalkan SDM yang ada untuk memberikan pelayanan prima dengan memanfaatkan sarana yang tersedia seperti pembayaran PBB bisa dilakukan secara online
|
Tabel 28 program pendukung Sasaran 4.1.
| No | Program Pendukung | Capaian Kin. | Predikat | Capaian Keu. | Predikat | Faktor Pendorong, Penghambat & Tindak Lanjut |
|---|---|---|---|---|---|---|
| 1 |
Program Penyelenggaraan Keistimewaan Yogyakarta Urusan Pertanahan
Sekretariat Daerah
|
0,00% | Sangat Rendah | 4,27% | Sangat Rendah |
Pendorong: Berkomitmen untuk melaksanakan kegiatan sesuai jadwal yang sudah ditentukan
Penghambat: - Program Integrated Land Administration and Spatial Planning (ILASPP) dari Kemendagri pelaksanaanya mundur dari time line awal., sehingga realisasi belum maksimal.
- Efisiensi anggaran yang pelaksanaannya menunggu penetapan DPA perubahan.
Tindak Lanjut: - Melaksanakan koordinasi secara intensiv dengan pemerintah pusat terkait kegiatan yang telah dijadwalkan.
- Melaksanakan kegiatan yang tidak masuk dalam usulan perubahan
|
| 2 |
Program Pendaftaran Penduduk
Dinas Kependudukan dan Pencatatan Sipil
|
0,00% | Sangat Rendah | 80,81% | Sangat Tinggi |
Pendorong: Kolaborasi kegiatan Dukcapil
Penghambat: Aktivasi IKD belum maksimal
Tindak Lanjut: Akselerasi aktivasi IKD di kalurahan
|
| 3 |
Program Pencatatan Sipil
Dinas Kependudukan dan Pencatatan Sipil
|
0,00% | Sangat Rendah | 89,85% | Sangat Tinggi |
Pendorong: Kolaborasi kegiatan Dukcapil
Penghambat: Masih ditemui keterlambatan penduduk dalam melaporkan peristiwa kelahiran dan kematian
Tindak Lanjut: Layanan jemput bola penerbitan akta kelahiran dan Gerakan Pambela Sungkawa (GPS)
|
| 4 |
Program Pengelolaan Informasi Administrasi Kependudukan
Dinas Kependudukan dan Pencatatan Sipil
|
60,00% | Tinggi | 80,45% | Sangat Tinggi |
Pendorong: Kolaborasi kegiatan Dulcapil
Penghambat: Pemenuhan sarpras hasil Rekomendasi audit SMKI
Tindak Lanjut: Penganggaran pada tahun 2027
|
| 5 |
Program Pengelolaan Profil Kependudukan
Dinas Kependudukan dan Pencatatan Sipil
|
100,00% | Sangat Tinggi | 90,39% | Sangat Tinggi | - |
| 6 |
Program Peningkatan Kerja Sama Desa
Dinas Pemberdayaan Masyarakat Kalurahan Pengendalian Penduduk dan Keluarga Berencana
|
70,00% | Sangat Tinggi | 78,99% | Sangat Tinggi |
Pendorong: capaian kinerja fisik sesuai dengan target yang ditentukan
Penghambat: masih ada rakor yang belum terlaksana. larema ada agenda pemeriksaan BUMKALMA
Tindak Lanjut: rakor dilaksanakan menyesuaikan dengan agenda BUMKALMA
|
| 7 |
Program Administrasi Pemerintahan Desa
Dinas Pemberdayaan Masyarakat Kalurahan Pengendalian Penduduk dan Keluarga Berencana
|
75,00% | Sangat Tinggi | 69,65% | Sangat Tinggi |
Pendorong: capaian kinerja fisik sesuai dengan target yang ditentukan
Penghambat: anggaran sppd monev pilur pada DPA murni terdiri atas golongan IV dan III, sedangkan dalam pelaksanaannya melibatkan eselon II
Tindak Lanjut: anggaran sppd monev pilur disesuaikan dalam APBD perubahan
|
| 8 |
Program Pemberdayaan Lembaga Kemasyarakatan, Lembaga Adat dan Masyarakat Hukum Adat
Dinas Pemberdayaan Masyarakat Kalurahan Pengendalian Penduduk dan Keluarga Berencana
|
75,00% | Sangat Tinggi | 75,66% | Sangat Tinggi |
Pendorong: tidak ada
Penghambat: masih ada satu angkatan sosialisasi dewan yang belum telaksanan
Tindak Lanjut: pelaksanaan sosis dewan menyesuaikan dengan jadwal dprd
|
| 9 |
Program Pengelolaan Informasi Dan Komunikasi Publik
Dinas Komunikasi dan Informatika
|
0,00% | Sangat Rendah | 82,59% | Sangat Tinggi |
Pendorong: Jadwal pekerjaan sudah disusun sesuai rencana anggaran kas
Penghambat: Beberapa pekerjaan tidak dapat dilaksanakan karena dilakukan perubahan pada APBD yang belum ditetapkan
Tindak Lanjut: Penjadwalan ulang setelah APBD Perubahan ditetapkan
|
| 10 |
Program Pengelolaan Aplikasi Informatika
Dinas Komunikasi dan Informatika
|
100,00% | Sangat Tinggi | 38,10% | Rendah |
Pendorong: Pembayaran pengadaan banwidth sudah dijadwalkan sesuai anggaran kas
Penghambat: Proses administrasi terhambat karena kantor penyedia jasa berada di luar kota (DKI Jakarta) dan ada kegiatan yang dilakukan perubahan pada APBD yang belum ditetapkan
Tindak Lanjut: segera dijadwalkan proses pembayaran mulai dari tahap awal dan untuk kegiatan yang mengalami perubahan, akan dilaksanakan segera setelah APBD Perubahaan ditetapkan
|
| 11 |
Program Penyelenggaraan Statistik Sektoral
Dinas Komunikasi dan Informatika
|
108,70% | Sangat Tinggi | 78,90% | Sangat Tinggi |
Pendorong: Beberapa pekerjaan ada yang bersifat rutin
Penghambat: Pada kegiatan tertentu, harus menyesuaikan jadwal dengan nara sumber dan pelaksanaan penilaaian EPSS jadwal ditentukan tim penilai
Tindak Lanjut: Penjadwalan ulang untuk kegiatan yang tertunda
|
| 12 |
Program Penyelenggaraan Persandian untuk Pengamanan Informasi
Dinas Komunikasi dan Informatika
|
100,00% | Sangat Tinggi | 92,68% | Sangat Tinggi |
Pendorong: Jadwal pekerjaan sudah disusun sesuai rencana anggaran kas dan ada yang sudah menyelesaikan pekerjaan
Penghambat: Beberapa kegiatan dilaksanaka menyesuaikan jadwal nara sumber
Tindak Lanjut: Menjadwalkan ulang sesuai jadwal nara sumber
|
| 13 |
Program Penyelenggaraan Keistimewaan Yogyakarta Urusan Kebudayaan
Dinas Komunikasi dan Informatika; Seluruh Kapanewon
|
5,26% | Sangat Rendah | 0,00% | Sangat Rendah |
Pendorong: -, --, Anggaran dirasionalisasi, Dukungan regulasi keistimewaan DIY, potensi budaya lokal dan partisipasi masyarakat., Pada tahun 2026 tidak melaksanakan program dais urusan kebudayaan, Program tidak dapat dilaksanakan karena adanya penyesuaian terhadap regulasi anggaran Dana Keistimewaan (DAIS). Oleh karena itu, diperlukan tindak lanjut berupa koordinasi dan konsultasi dengan pihak terkait agar dapat dilakukan penyesuaian perencanaan atau pengusulan kembali program pada periode anggaran berikutnya sesuai ketentuan yang berlaku., Tanggungjawab perjawatan sangat tinggi dan adanya rencana/ KAK sebagai dasar pelaksanaan kegiatan, Terjalinnya koordinasi dan sinergitas yang baik dengan seluruh pihak terkait sebagai upaya maksimal dalam menjaga keberlanjutan capaian kinerja dan keuangan program., Tidak ada alokasi anggaran pada tahun 2026, Tidak ada faktor pendukung karena program ini tidak ada anggarannya, Tidak mendapatkan alokasi anggaran pada tahun 2026, Tidak terdapat alokasi anggaran pada tahun 2026
Penghambat: -, --, Anggaran dirasionalisasi, Faktor Penghambat : tidak ada usulan untuk kegiatan DAIS kebudayaan karena efisiensi anggaran., Kegiatan Gelar Budaya Yogyakarta tahun 2026 tidak berbiayai Dana Keistimewaan atau DAU, Pada tahun 2026 tidak melaksanakan program dais urusan kebudayaan, Pendataan dan pelestarian budaya belum optimal serta partisipasi generasi muda masih perlu ditingkatkan., Program tidak dapat dilaksanakan karena adanya penyesuaian terhadap regulasi anggaran Dana Keistimewaan (DAIS). Oleh karena itu, diperlukan tindak lanjut berupa koordinasi dan konsultasi dengan pihak terkait agar dapat dilakukan penyesuaian perencanaan atau pengusulan kembali program pada periode anggaran berikutnya sesuai ketentuan yang berlaku., Sering terjadi perubahan kebijakan terkait pelaksanaan program Dais., Tidak ada alokasi anggaran pada tahun 2026, Tidak mendapatkan alokasi anggaran pada tahun 2026, Tidak terakomodasinya kegiatan program pada tahun anggaran 2026 yang disebabkan oleh dinamisnya perubahan kebijakan se
Tindak Lanjut: -, --, Anggaran dirasionalisasi, Melaksanakan program berpedoman pada angkas dan KAK., Melakukan koordinasi dan konsultasi intensif dengan pihak pengampu DAIS untuk mengupayakan rekomposisi atau pengusulan kembali kegiatan agar dapat terakomodasi pada periode perencanaan berikutnya., Pada tahun 2026 tidak melaksanakan program dais urusan kebudayaan, Penguatan koordinasi, pendataan, dokumentasi, pelestarian dan pengembangan budaya lokal., Program tidak dapat dilaksanakan karena adanya penyesuaian terhadap regulasi anggaran Dana Keistimewaan (DAIS). Oleh karena itu, diperlukan tindak lanjut berupa koordinasi dan konsultasi dengan pihak terkait agar dapat dilakukan penyesuaian perencanaan atau pengusulan kembali program pada periode anggaran berikutnya sesuai ketentuan yang berlaku., Rencana tindak lanjut : mengusulkan kegiatan di tahun berikutnya., Tidak ada alokasi anggaran pada tahun 2026, Tidak mendapatkan alokasi anggaran pada tahun 2026, Tidak terdapat alokasi anggaran pada tahun 2026
|
| 14 |
Program Pengelolaan Arsip
Dinas Perpustakaan dan Kearsipan
|
0,00% | Sangat Rendah | 70,24% | Sangat Tinggi |
Pendorong: Sebagian besar kegiatan telak dilaksanakan sesuai target
Penghambat: Terdapat kegiatan yang masih menunggu jawaban dari ANRI terkait Kearsipan
Tindak Lanjut: Memprioritaskan pelaksanaan kegiatan yang belum dapat terlaksanan pada triwulan berikutnya
|
| 15 |
Program Pemerintahan dan Kesejahteraan Rakyat
Sekretariat Daerah
|
75,00% | Sangat Tinggi | 62,92% | Tinggi |
Pendorong: Komitmen bersama untuk melaksanakan kegiatan sesuai jadwal yang telah ditentukan
Penghambat: - Fasilitasi bantuan hukum sesuai dengan jumlah perkara hukum yang masuk dan penyerapan anggaran pendukung sesuai dengan kebutuhan
- Menunggu penetapan perubahan DPA
Tindak Lanjut: Mengoptimalkan pelaksanaan kegiatan yang tidak masuk dalam usulan perubahan
|
| 16 |
Program Perekonomian dan Pembangunan
Sekretariat Daerah
|
106,41% | Sangat Tinggi | 63,53% | Tinggi |
Pendorong: Komitmen bersama untuk melaksanakan kegiatan sesuai dengan jadwal yang sudah ditetapkan
Penghambat: Ada penambahan dan pergeseran anggaran, sehingga pelaksanaan kegiatan terkendala menunggu penetapan perubahan DPA .
Tindak Lanjut: Melaksanakan kegaiatan yang tidak termasuk dalam usulan perubahan
|
| 17 |
Program Penyelenggaraan Keistimewaan Yogyakarta Urusan Kelembagaan dan Ketatalaksanaan
Bapperida, BKAD, BKPPD, Disdukcapil, DPMKPPKB, Sekretariat Daerah, 18 Kapanewon.
|
71,36% | Sangat Tinggi | 72,17% | Sangat Tinggi |
Pendorong: -, 1. Angkas dan tatakala sesuai, komunikasi dengan berbagai pihak lancar
2. Belanja kegiatan bisa direalisasikan semua di TW3, Adanya dukungan kebijakan Dana Keistimewaan DIY, koordinasi lintas sektor, serta komitmen pelaksana kegiatan dalam mendukung pelaksanaan program keistimewaan, Adanya koordinasi yang baik antar pihak terkait sehingga kegiatan dapat berjalan sesuai dengan angkasnya., capaian kinerja fisik dan keuangan sesuai denga target yang ditentukan, Dukungan regulasi dan komitmen aparatur dalam peningkatan tata kelola pemerintahan., Faktor pendorong yang mepengaruhi capaian program adalah tersedianya anggaran dan tersusunnya Rencana Anggaran Kas (RAK) dan ketepatan PPTK dalam melaksanakan kegiatan, Faktor Pendorong yang mepengaruhi capaian kinerja dan keuangan program adalah koordinasi yang baik antar pegawai dan pelaksanaan sesuai dengan angkas yang direncanakan, Faktor Pendukung : Program ini tercapai fisik dan keuangan karena adanya perencanaan dan koordinasi yang baik., Faktor Pendukung:komu
Penghambat: -, Adanya dinamika kebijakan penganggaran Dana Keistimewaan (DAIS) yang sering berubah, sehingga berpengaruh terhadap konsistensi perencanaan dan realisasi anggaran program., Belanja kegiatan belum terealisasi secara menyeluruh., Belanja menggunakan E-Purchasing sehingga terdapat sisa Anggaran., Berdasarkan hasil koordinasi dengan Bappenas, jadwal pelaksanaan Pra Revalidasi yang semula direncanakan pada bulan Mei diundur menjadi bulan Oktober sehingga memerlukan penyesuaian jadwal seluruh rangkaian kegiatan pendukung.
Penyusunan dokumen untuk memenuhi persyaratan Revalidasi III UNESCO masih dalam proses karena masih menunggu kelengkapan data dan informasi dari ketiga kabupaten (Gunungkidul, Wonogiri, dan Pacitan).
Pelaksanaan Pra Revalidasi mengalami penundaan mengikuti rekomendasi Bappenas sehingga beberapa kegiatan pendukung juga ikut mengalami penyesuaian jadwal.RISNOVDAL: penyelesaian data dukung pengendalian dan pelaporan belum seragam dalam penyediaannya, dinamika aplikasi pelaporan dan pengendalian, p
Tindak Lanjut: -, - Menyesuaikan timeline kegiatan, menyusun kembali jadwal pelaksanaan, serta melakukan koordinasi lanjutan dengan seluruh kabupaten dan stakeholder terkait agar seluruh persiapan dapat diselesaikan sebelum pelaksanaan Pra Revalidasi.
- Melakukan percepatan pengumpulan data melalui koordinasi intensif dengan masing-masing kabupaten, menetapkan batas waktu penyampaian data, serta melakukan kompilasi dan review dokumen secara berkala.
- Menyesuaikan rencana kerja dan target output, serta memastikan seluruh persiapan teknis dan administrasi dapat selesai sebelum kegiatan dilakukan.RISNOVDAL: perbaikan koordinasi lintas sektor, penguatan timeline pelaporan dan pengendalian, adaptasi aplikasi dan regulasi terbaru (bila ada). BIDREN: Meningkatkan koordinasi dan sinkronisasi, menyusun timeline perencanaan yang lebih terintegrasi, mempercepat penyelesaian dokumen, melakukan monitoring dan evaluasi berkala, serta meningkatkan kualitas usulan berbasis data, indikator kinerja, output, outcome, dan manfaat., - Sudah t
|
| 18 |
Program Dukungan Pelaksanaan Tugas dan Fungsi DPRD
Sekretariat DPRD
|
75,00% | Sangat Tinggi | 54,16% | Sedang |
Pendorong: Adanya evaluasi yang dilakukan secara rutin terhadap pelaksanaan kegiatan dan di komunikasikan dengan Pimpinan, Anggota DPRD serta jadwal kegiatan yang sudah disusun setiap bulannya oleh Badan Musyawarah sehingga memudahkan pelaksanaan kegiatan.
Penghambat: Adanya perubahan jadwal kegiatan DPRD yang mendadak sehingga banyak kegiatan yang mengalami pergeseran dan perubahan jadwal serta silpa yang tinggi dari kegiatan untuk fasilitasi DPRD karena dari anggaran yang terpasang tidak digunakan secara optimal.
Tindak Lanjut: Diperlukan komunikasi dan pendampingan yang rutin agar kegiatan yang dilaksanakan anggota DPRD dapat berjalan dengan baik serta tepat waktu
|
| 19 |
Program Perencanaan, Pengendalian dan Evaluasi Pembangunan Daerah
Badan Perencanaan Pembangunan Riset dan Inovasi Daerah
|
87,60% | Sangat Tinggi | 68,69% | Sangat Tinggi |
Pendorong: Bidren: penyusunan perencanan telah dilakukan dengan baik untuk perencanaan daerah, wilayah, dan data. RISNOVDAL: adanya regulasi dan kebijakan level pusat/daerah, cipta kondisi pengendalian pelaporan lintas sektor sudah terjalin baik,dokumen perencanaan sebagai dasar pengendalian dan pelaporan
Penghambat: BidreN: lomba kalurahan inovatif dari soalisasi dan seleksi telah dilaksanakan dan belum dilakukan penilaian akhir dan pengumuman pemenang. RISNOVDAL: penyelesaian data dukung pengendalian dan pelaporan belum seragam dalam penyediaannya, dinamika aplikasi pelaporan dan pengendalian, pemahaman insan perencana sekaligus evaluator perlu ditingkatkan
Tindak Lanjut: Bidren: Penganugerahan Kalurahan Informatif akan dilkauakn di bulan oktober/Tw4. RISNOVDAL: perbaikan koordinasi lintas sektor, penguatan timeline pelaporan dan pengendalian, adaptasi aplikasi dan regulasi terbaru (bila ada)
|
| 20 |
Program Koordinasi dan Sinkronisasi Perencanaan Pembangunan Daerah
Badan Perencanaan Pembangunan Riset dan Inovasi Daerah
|
100,00% | Sangat Tinggi | 37,29% | Rendah |
Pendorong: IPW :
- Program koordinasi dan sinkronisasi Perencanaan Pembangunan Daerah urusan IPW sudah dilaksanakan sesuai dengan tatakala administrasi.
-Adanya komitmen dari para pemangku kepentingan dalam mendukung pelaksanaan kegiatan serta koordinasi yang berjalan dengan baik.
-Ketersediaan dukungan anggaran dan kesiapan administrasi pelaksanaan kegiatan.
-Proses penyusunan dan reviu dokumen perencanaan tetap berjalan sesuai tahapan.
-Adanya dukungan koordinasi dengan berbagai pihak dalam penyusunan dokumen perencanaan..
PKRPM:Kegiatan Perencanaan Bidang Pemerintahan dan Pembangunan Manusia pada Program koordinasi dan sinkronisasi perencanaan pembangunan daerah sebagian telah sesuai dengan anggaran kas. PMPSDA:
- Adanya komitmen semua stakeholder yang terlibat dalam lingkup koordinasi bidang PMPSDA
Penghambat: IPW:
-Beberapa kegiatan mengalami penyesuaian jadwal karena menyesuaikan ketersediaan narasumber maupun agenda pihak terkait.
-Proses pencairan anggaran masih memerlukan penyelesaian administrasi sehingga belum dapat direalisasikan sesuai jadwal.
-Adanya penyesuaian agenda rapat dan perjalanan dinas menyebabkan perubahan jadwal beberapa kegiatan.
-Pelaksanaan kegiatan penyusunan Masterplan Geopark sudah dalam proses penyusunan.
-Honorarium Pernyusunan Perbup belum dilaksanakan.
PKRPM:- Keterbatasan personel vs banyaknya agenda acara yang harus dihadiri, menyebabkan jadwal internal bidang yang telah disusun harus dijadwalkan ulang.
- Banyaknya mandatory tusi yang melekat di bidang (seperti kemiskinan dan stunting) menyebabkan tugas pokok dan rutin kurang fokus untuk bisa diselesaikan sesuai jadwal. PMPSDA:
- Honorarium TA tidak dapat dicairkan karena keterbatasan waktu
- Belanja Modal Aset Tidak Berwujud-Kajian belum dapat direalisasikan
Tindak Lanjut: IPW:
-Melakukan koordinasi lanjutan dengan narasumber dan pihak terkait serta menyusun kembali jadwal pelaksanaan kegiatan agar dapat dilaksanakan sesuai target waktu.
-Mempercepat penyelesaian administrasi dan melakukan monitoring terhadap proses pencairan anggaran agar dapat segera direalisasikan.
-Menyusun kembali jadwal rapat dan perjalanan dinas serta meningkatkan koordinasi untuk memastikan pelaksanaan kegiatan tetap berjalan sesuai rencana.
-Mengintensifkan koordinasi dengan seluruh pihak terkait penyusunan Masterplan Geopark
-Honorarium Pernyusunan Perbup masih dalam proses .
PKRPM:- Menjadwalkan ulang dan menata agenda yang sudah direncanakan dengan skala prioritas.
- Menyelarakan jadwal agenda kegiatan bidang dengan agenda lain yang harus diselesaikan sesuai tusi bidang. PMPSDA:
- Anggaran honorarium TA akan dikembalikan
- Belanja modal aset tidak berwujud-kajian akan direalisasikan pada bulan September
|
| 21 |
Program Pengelolaan Keuangan Daerah
Badan Keuangan dan Aset Daerah
|
25,00% | Sangat Rendah | 39,45% | Rendah |
Pendorong: kompetensi SDM pengelola keuangan daerah pada masing-masing SKPD semakin meningkat dengan tingkat kepatuhan yang cukup tinggi.Rencana tindak lanjut:
Penghambat: Keterbatasan SDM di setiap SKPD karena mutasi maupun purna tugas yang membuat SDM mengalami double job sehingga mempengaruhi kinerja pengelolaan keuangan
Tindak Lanjut: pelatihan dan peningkatan kapasitas SDM dalam pengelolaan keuangan, apabila terjadi kendala dan masalah segera melakukan koordinasi dan komunikasi dengan pemerintah pusat >
|
| 22 |
Program Pengelolaan Barang Milik Daerah
Badan Keuangan dan Aset Daerah
|
95,25% | Sangat Tinggi | 57,11% | Tinggi |
Pendorong: Pelaksanaan kegiatan mendasarkan anggaran kas dan dilakukan monitoring secara rutin
Penghambat: keterbatasan kemampuan dan jumlah SDM di OPD ataupun di BKAD , Mundurnya realisasi anggaran karena menunggu proses perubahan
Tindak Lanjut: Melaksanakan koordinasi/sinergi antar PD utk meningkatkan efektifitas kegiatan mempertimbangkan keterbatasan jumlah SDM dan waktu pelaksanaan kegiatan
|
| 23 |
Program Kepegawaian Daerah
Badan Kepegawaian Pendidikan dan Pelatihan Daerah
|
71,67% | Sangat Tinggi | 66,77% | Tinggi |
Pendorong: - Meningkatkan koordinasi dan komunikasi dengan pihak luar/ pihak ketiga
Penghambat: - Jadwal pelaksanaan kegiatan tergantung dengan pihak luar
Tindak Lanjut: - Selalu mengkoordinasikan pelaksanaan kegiatan dengan pihak luar/ pihak ketiga
|
| 24 |
Program Pengembangan Sumber Daya Manusia
Badan Kepegawaian Pendidikan dan Pelatihan Daerah
|
75,00% | Sangat Tinggi | 53,29% | Sedang |
Pendorong: - Perencanaan sesuai timeline
Penghambat: - Ketersediaan narasumber dan peserta diklat
Tindak Lanjut: - Melaksanakan diklat teknis sesuai jadwal
|
| 25 |
Program Penelitian dan Pengembangan Daerah
Badan Perencanaan Pembangunan Riset dan Inovasi Daerah
|
0,00% | Sangat Rendah | 38,00% | Rendah |
Pendorong: Kinerja tim peneliti sangat baik, telah melakukan pekerjaan pengambilan data dilapang dan beberapa uji kandungan di laboratorium
Penghambat: ada beberapa uji yang perlu dilakukan dilaboratorium dan membutuhkan anggaran, saat ini belum tersedia anggarannya, karena menunggu penetapan perubahan anggaran
Tindak Lanjut: melakukan pembelian bahan dan uji kandungan di laboratorium UGM
|
| 26 |
Program Riset dan Inovasi Daerah
Badan Perencanaan Pembangunan Riset dan Inovasi Daerah
|
0,00% | Sangat Rendah | 99,54% | Sangat Tinggi |
Pendorong: Kinerja tim sangat baik dan telah melaksanakan kegiatan seleksi dan penilaian inovasi
Penghambat: tidak ada masalah Telah dilaksanakan pemberian Anugerah Krenovamaskat tahun 2026
Tindak Lanjut: penyusunan laporan
|
| 27 |
Program Penunjang Urusan Pemerintahan Daerah Kabupaten/Kota
Bapperida; BKAD; BKPPD; Disdukcapil; Diskominfo; DPMKPPKB; Inspektorat Daerah; Sekretariat Daerah; Sekretariat DPRD; 18 Kapanewon
|
98,03% | Sangat Tinggi | 69,48% | Sangat Tinggi |
Pendorong: - Ketersediaan sarana dan prasarana pelaksanaan kegiatan yang memadai, -Realisasi pelaksanaan kegiatan pengawasan cukup tinggi, sehingga membutuhkan penunjang kegiatan yang mencukupi
-Kebutuhan kompetensi Auditor terukur dan tinggi, 1. Realisasi belanja 10 subkegiatan sudah 100%
2. Realisasi belanja 1 sub kegiatan 92%
3. Realisasi belanja 11 subkegiatan rata-rata 75%, Adanya evaluasi yang dilakukan secara rutin terhadap pelaksanaan kegiatan dan apabila ditemui kendala segera dapat diselesaikan serta komitmen dari pelaksana untuk dapat melaksanakan tugas sesuai dengan target kinerja yang sudah direncanakan, capaian kinerja fisik sesuai dengan target yang ditentukan, Dukungan SDM, anggaran, sarana prasarana dan sistem administrasi., Faktor pendorong yang mepengaruhi capaian program adalah tersedianya anggaran dan tersusunnya Rencana Anggaran Kas (RAK) dan ketepatan PPTK dalam melaksanakan kegiatan, Faktor pendorong yang mepengaruhi capaian kinerja dan keuangan program adalah koordinasi yang baik antar pegaw
Penghambat: - dalam melaksanakan kegiatan pengadaan modal terkendala pada anggaran di DPA yang tidak sesuai dengan harga pasar
- pembinaan karyawan oleh Bupati dan Wakil Bupati belum bisa terlaksana dikarenakan belum mendapat jadwal dari Bupati dan Wakil Bupati, - Pengadaan barang dan jasa yang mengalami keterlambatan, 1. Belanja anggaran menyesuaikan siklus kepegawaian terkait mutasi, kenaikan pangkat, juga pensiun.
2. Pembayaran BPJS PPPK Paruh Waktu dibayar sesuai tagihan.
3. Pembayaran Listrik - Air dibayar sesuai tagihan penggunaan., 1. Belanja gaji realisasi 67% karena adanya pegawai yang pensiuan.
2. Rakor dan penyelenggaraan SKPD realisasi 28% dikarenakan pembinaan bupati dan wakil belum terlaksana.
3. Realisasi surat menyurat 45% karena pagu rapat geser ke pembelian box arsip, a. Terdapat belanja modal yang disesuaikan dengan kebutuhan saat ini sehingga dilakukan penggantian item pembelian yang semula komputer menjadi laptop
b. Adanya kekosongan jabatan pada Sub Bagian PK dan beberapa personil pensiun pada ta
Tindak Lanjut: - Koordinasi dengan pejabat pengadaan barang dan jasa, - penyesuaian DPA dan melaksanakan pembelian pada triwulan IV
- menyesuaikan kegiatan dengan agenda Bupati dan Wakil Bupati, 1. Pagu gaji untuk persiapan adanya tambahan pegawai.
2. Pembinaan bupati dan wakil mangusahakan agar terealisasi di TW 4 dengan konsultasi ke protokol.
3. Realisasi menunggu perubahan., Dilakukan pengurangan anggaran gaji pada perubahan anggaran, Diperlukan komunikasi secara intensif kepada Pimpinan dan Anggota DPRD serta terkait pengadaan barang dan jasa selalu koordinasi ke bagian PBJ sekaligus evaluasi secara rutin pelaksanaan program kegiatan terhadap angkas belanja., Dokumen renja 2027 dan renja perubahan 2026 akan di gandakan dan dijilid setelah ditandatangani bupati.
penyesuaian anggaran gaji pada APBD perubahan 2026, Kegiatan pemeliharaan sarpras dioptimalkan pada TW 4, Koordinasi dengan pihak terkait., melaksanakan program berpedoman dengan angkas dan KAK, Melakukan evaluasi terhadap komponen belanja yang belum terealisas
|
| 28 |
Program Penyelenggaraan Pengawasan
Inspektorat Daerah
|
79,00% | Sangat Tinggi | 35,38% | Sangat Rendah |
Pendorong: -Tersedianya dokumen perencanaan dan penganggaran sebagai pedoman pelaksanaan program dan kegiatan pengawasan.
-Adanya dukungan dan komitmen pimpinan dalam meningkatkan tata kelola pemerintahan, akuntabilitas kinerja, pengendalian intern, serta pencegahan korupsi.
-Tersedianya sumber daya aparatur pengawasan, seperti auditor, PPUPD, dan tenaga pendukung sesuai kebutuhan organisasi.
-Tersedianya pedoman, standar, dan sistem pelaporan untuk mendukung pelaksanaan pengawasan, reviu, evaluasi, monitoring, serta pendampingan.
Penghambat: -Keterbatasan jumlah atau distribusi SDM pengawasan dibandingkan dengan banyaknya penugasan dan luas cakupan pengawasan.
-Pergeseran jadwal kegiatan akibat perubahan penugasan, penyesuaian surat tugas, atau kebutuhan koordinasi dengan pihak terkait.
-Data dan dokumen pendukung dari perangkat daerah atau kalurahan belum tersedia secara lengkap dan tepat waktu.
-Realisasi anggaran belum selalu sejalan dengan realisasi kinerja karena efisiensi biaya, kegiatan yang masih berlangsung, atau administrasi pertanggungjawaban yang belum selesai.
-Perubahan anggaran atau dokumen pelaksanaan anggaran dapat menyebabkan pelaksanaan kegiatan bergeser dari jadwal awal.
Tindak Lanjut: -Mengoptimalkan pembagian tugas berdasarkan kompetensi dan beban kerja serta menetapkan prioritas pengawasan berdasarkan risiko dan urgensi.
-Menyusun jadwal pelaksanaan yang lebih terukur, melakukan pemantauan berkala, dan mempercepat penyelesaian kegiatan yang mengalami pergeseran.
-Melakukan koordinasi lebih awal, menyampaikan kebutuhan dokumen secara jelas, serta memantau pemenuhan data dan kelengkapan bukti dukung.
-Melakukan evaluasi fisik dan keuangan secara berkala, mempercepat penyelesaian SPJ, serta mengidentifikasi penyebab rendahnya penyerapan anggaran.
-Mempercepat proses administrasi sesuai ketentuan, menyesuaikan jadwal kerja, dan memastikan kesiapan pelaksanaan setelah perubahan anggaran ditetapkan.
|
Tabel 9 program pendukung Sasaran 5.1.
| No | Program Pendukung | Capaian Kin. | Predikat | Capaian Keu. | Predikat | Faktor Pendorong, Penghambat & Tindak Lanjut |
|---|---|---|---|---|---|---|
| 1 |
Program Peningkatan Ketenteraman dan Ketertiban Umum
Satuan Polisi Pamong Praja
|
65,53% | Tinggi | 67,46% | Sangat Tinggi |
Pendorong: Kegiatan telah terealisasi pada TW 3 sesuai dengan rencana kegiatan.
Penghambat: Ada beberapa kegiatan yang belum sepenuhnya terealisasi dikarenakan sebelumnya mengalami perubahan arkas, dan kegiatan pada akhir triwulan sehingga mempengaruhi SPJ dan akan dijadwalkan kembali pada TW berikutnya.
Tindak Lanjut: Kegiatan yang belum sepenuhnya terealisasi pada TW 3 akan diperhatikan kembali agar terealisasi pada TW berikutnya.
|
| 2 |
Program Penyelenggaraan Keistimewaan Yogyakarta Urusan Kebudayaan
Satuan Polisi Pamong Praja; Badan Kesatuan Bangsa dan Politik
|
0,00% | Sangat Rendah | 0,00% | Sangat Rendah |
Pendorong: -, tidak ada alokasi anggaran di tahun 2026
Penghambat: -, tidak ada alokasi anggaran di tahun 2026
Tindak Lanjut: -, tidak ada alokasi anggaran di tahun 2026
|
| 3 |
Program Penyelenggaraan Keistimewaan Yogyakarta Urusan Kelembagaan dan Ketatalaksanaan
Satuan Polisi Pamong Praja; Badan Kesatuan Bangsa dan Politik
|
0,00% | Sangat Rendah | 0,00% | Sangat Rendah |
Pendorong: -, tidak ada alokasi anggaran di tahun 2026
Penghambat: -, tidak ada alokasi anggaran di tahun 2026
Tindak Lanjut: -, tidak ada alokasi anggaran di tahun 2026
|
| 4 |
Program Penunjang Urusan Pemerintahan Daerah Kabupaten/Kota
Satuan Polisi Pamong Praja; Badan Kesatuan Bangsa dan Politik
|
153,80% | Sangat Tinggi | 68,53% | Sangat Tinggi |
Pendorong: Kegiatan telah dilaksanakan sesuai anggaran kas, Kegiatan telah terealisasi pada TW 3 sesuai dengan rencana kegiatan.
Penghambat: Ada beberapa kegiatan yang belum sepenuhnya terealisasi dikarenakan sebelumnya mengalami perubahan arkas dan akan dijadwalkan kembali pada TW berikutnya., tidak terdapat hambatan dalam pelaksanaan kegiatan
Tindak Lanjut: anggaran yang tidak dapat di laksanakan akan di geser di perubahan, Kegiatan yang belum sepenuhnya terealisasi pada TW 3 akan diperhatikan kembali agar terealisasi pada TW berikutnya.
|
| 5 |
Program Penguatan Ideologi Pancasila dan Karakter Kebangsaan
Badan Kesatuan Bangsa dan Politik
|
0,00% | Sangat Rendah | 81,07% | Sangat Tinggi |
Pendorong: Kegiatan Paskibraka sudah dilaksanakan
Penghambat: kegiatan Apresiasi Paskibraka belum dilaksanakan
Tindak Lanjut: Kegiatan apresiasi Paskibraka akan dilaksanakan di triwulan selanjutnya
|
| 6 |
Program Peningkatan Peran Partai Politik dan Lembaga Pendidikan Melalui Pendidikan Politik dan Pengembangan Etika Serta Budaya Politik
Badan Kesatuan Bangsa dan Politik
|
75,00% | Sangat Tinggi | 92,78% | Sangat Tinggi |
Pendorong: Kegiatan Sosialisasi Pendidikan Politik untuk Pemilihan Lurah sudah berjalan sesuai Juknis
Penghambat: Honorarium Tim Pemantau belum Ter SPJ kan
Tindak Lanjut: Akan di laksanakan di triwulan selanjutnya
|
| 7 |
Program Pemberdayaan dan Pengawasan Organisasi Kemasyarakatan
Badan Kesatuan Bangsa dan Politik
|
0,00% | Sangat Rendah | 49,95% | Sedang |
Pendorong: kegiatan telah dilaksanakan sesuai anggaran kas
Penghambat: Tidak terdapat hambatan dalam kegiatan
Tindak Lanjut: kegiatan akan di laksanakan di triwulan berikutnya sesuai angkas
|
| 8 |
Program Pembinaan dan Pengembangan Ketahanan Ekonomi, Sosial, dan Budaya
Badan Kesatuan Bangsa dan Politik
|
60,00% | Tinggi | 68,92% | Sangat Tinggi |
Pendorong: kegiatan telah dilaksanakan sesuai perencanaan awal untuk kegiatan Kerukunan Umat Beragama
Penghambat: tidak terdapat hambatan dalam pelaksanaan kegiatan
Tindak Lanjut: Honorarium Dewan Penasehat FKUB dari unsdur DPRD akan di distribusikan di triwulan selanjutnya
|
| 9 |
Program Peningkatan Kewaspadaan Nasional dan Peningkatan Kualitas dan Fasilitasi Penanganan Konflik Sosial
Badan Kesatuan Bangsa dan Politik
|
0,00% | Sangat Rendah | 60,48% | Tinggi |
Pendorong: kegiatan telah dilaksanakan sesuai perencanaan awal
Penghambat: tidak terdapat hambatan dalam pelaksanaan kegiatan
Tindak Lanjut: Kegiatan akan dilaksanakan di triwulan selanjutnya
|
Tabel 51 program pendukung Sasaran 6.1.
| No | Program Pendukung | Capaian Kin. | Predikat | Capaian Keu. | Predikat | Faktor Pendorong, Penghambat & Tindak Lanjut |
|---|---|---|---|---|---|---|
| 1 |
Program Penunjang Urusan Pemerintahan Daerah Kabupaten/Kota
Badan Penanggulangan Bencana Daerah; Dinas Lingkungan Hidup; Dinas Kebudayaan; Dinas Perumahan; Dinas Pekerjaan Umum Perumahan Rakyat dan Kawasan Permukiman
|
99,92% | Sangat Tinggi | 65,76% | Tinggi |
Pendorong: 1.) Koordinasi yang baik antar instansi perangkat daerah sehingga mempermudah proses administrasi, pelaporan, dan layanan pendukung lainnya.
2.) Komitmen SDM dalam menjalankan fungsi dan tugas secara tertib, profesional, dan tepat waktu, Adanya dukungan anggaran SDM yang kopeten, fasilitas sarana dan prasarana yang memadai, Belanja rutin operasional perangkat daerah berjalan, dengan realisasi anggaran sebesar 66,4% sampai dengan Triwulan III, Kegiatan rutin berjalan dengan lancar, sudah sesuai dengan target angkas, Tersedianya dukungan administrasi perencanaan, penganggaran, keuangan, kepegawaian, pengelolaan barang milik daerah, serta sarana dan prasarana kantor. Mekanisme kerja dan penyusunan laporan rutin telah berjalan.
Penghambat: 1.) Kebijakan penggunaan KKPD masih terkendala keterbatasan penyedia yang menyediakan pembayaran melalui QRIS. Selain itu, realisasi belanja melalui KKPD diperhitungkan pada bulan berikutnya.
2.) Perubahan kebijakan pemerintah pusat, seperti kenaikan harga BBM nonsubsidi, bersamaan dengan kebijakan efisiensi anggaran pemerintah daerah, berdampak pada pelaksanaan kegiatan., Adanya pengandaan yang sampai sekarang belum terlaksana di BPBJ dan kemudian di kembalikan ke OPD., Beberapa dokumen perencanaan dan penganggaran masih memerlukan proses penyusunan, penyesuaian, dan koordinasi. Pelaksanaan administrasi juga memerlukan ketepatan waktu dalam pengumpulan data, penyelesaian dokumen pertanggungjawaban, serta penyesuaian dengan jadwal dan ketentuan pengelolaan keuangan daerah., Belanja diklat belum terlaksana, menyesuaikan tawaran diklat yang sesuai, jadwal diklat yang sudah masuk ada di triwulan IV, Belanja outsourcing baru dibayarkan pada bulan Oktober. Belanja pemeliharaan sarana dan prasarana gedung serta SP
Tindak Lanjut: 1.) Melakukan penyesuaian rencana pelaksanaan kegiatan dan anggaran sesuai dengan kebijakan efisiensi yang berlaku.
2.) Melakukan evaluasi dan penyesuaian kebutuhan belanja operasional sebagai dampak kenaikan harga BBM dan perubahan kebijakan.
2.) Meningkatkan koordinasi dan komunikasi dengan penyedia barang/jasa untuk memastikan ketersediaan fasilitas pembayaran melalui QRIS, serta melakukan percepatan proses transaksi dan administrasi belanja KKPD agar pencatatan realisasi dapat dilakukan tepat waktu., koordinasi ke BNPB terkait jadwal penyelenggaraan Diklat manajemen Bencana, melaksanakan diklat berdasarkan jadwal, Melakukan pembayaran belanja outsourcing pada bulan Oktober 2026. Melaksanakan pemeliharaan sarpras gedung dan SPPD sesuai kebutuhan dengan tetap memperhatikan efisiensi anggaran, Mempercepat penyelesaian dokumen perencanaan dan penganggaran; meningkatkan koordinasi antarbidang dan sekretariat dalam pengumpulan data; melakukan monitoring berkala terhadap pelaksanaan anggaran dan penyampaian lapo
|
| 2 |
Program Pengelolaan Sumber Daya Air (SDA)
Dinas Pekerjaan Umum Perumahan Rakyat dan Kawasan Permukiman
|
0,00% | Sangat Rendah | 61,19% | Tinggi |
Pendorong: Adanya dukungan anggaran SDM yang kopeten, fasilitas sarana dan prasarana yang memadai
Penghambat: Telatnya proses pengadaan yang mengakibatkan beberapa kegiatan belum bisa terlaksana sesuai angkas.
Tindak Lanjut: Bidang memepercepat proses pengadaan melalui BPBJ sehingga serapan dapat terealisasi sesuai angkas.
|
| 3 |
Program Pengelolaan dan Pengembangan Sistem Penyediaan Air Minum
Dinas Pekerjaan Umum Perumahan Rakyat dan Kawasan Permukiman
|
0,00% | Sangat Rendah | 49,83% | Sedang |
Pendorong: Adanya dukungan anggaran SDM yang kopeten, fasilitas sarana dan prasarana yang memadai
Penghambat: ada beberapa sub kegiatan yang belum terealisasi sesuai angkas di karenakan di tw ini pada tahap identifikasi kerusakan SR
Tindak Lanjut: Melaksanakan identifiksi secepat mungkin sehingga capaian di tw 4 dapat terlaksana seluruhnya
|
| 4 |
Program Pengembangan Sistem dan Pengelolaan Persampahan Regional
Dinas Pekerjaan Umum Perumahan Rakyat dan Kawasan Permukiman
|
0,00% | Sangat Rendah | 0,00% | Sangat Rendah |
Pendorong: Adanya dukungan anggaran SDM yang kopeten, fasilitas sarana dan prasarana yang memadai
Penghambat: Tidak adanya anggaran PROGRAM PENGEMBANGAN SISTEM DAN PENGELOLAAN PERSAMPAHAN REGIONAL
|
| 5 |
Program Pengelolaan dan Pengembangan Sistem Air Limbah
Dinas Pekerjaan Umum Perumahan Rakyat dan Kawasan Permukiman
|
0,00% | Sangat Rendah | 44,16% | Rendah |
Pendorong: Adanya dukungan anggaran SDM yang kopeten, fasilitas sarana dan prasarana yang memadai
Penghambat: ada sub kegiatan yang belum terlaksana di karenakan baru tahap indetfikikasi kerusakan bangungan IPLT sehingga serapa belum maksimal.
Tindak Lanjut: Melaksanakan indentifikasi secepat mungkin sehingga pekerjaan bisa terlaksana sesuai dengan target.
|
| 6 |
Program Pengelolaan dan Pengembangan Sistem Drainase
Dinas Pekerjaan Umum Perumahan Rakyat dan Kawasan Permukiman
|
100,00% | Sangat Tinggi | 99,54% | Sangat Tinggi |
Pendorong: Adanya dukungan anggaran SDM yang kopeten, fasilitas sarana dan prasarana yang memadai
Penghambat: Tidak ada masalah dan faktor penghambat
Tindak Lanjut: Kegiatan terlaksana di TW 3
|
| 7 |
Program Penataan Bangunan Gedung
Dinas Pekerjaan Umum Perumahan Rakyat dan Kawasan Permukiman
|
0,00% | Sangat Rendah | 38,02% | Rendah |
Pendorong: Adanya dukungan anggaran SDM yang kopeten, fasilitas sarana dan prasarana yang memadai
Penghambat: adanya serapan anggaran di TW 2 yang belum maksimal sesuai dengan angkas di karenakan terlambatnya proses pengadaan di BPJBJ karena menunggu hasil review irda.
Tindak Lanjut: di tw 3 serapan mendahululi angks di karenakan untuk memaksimalkan serapan di tw 2 yang belum tercapai.
|
| 8 |
Program Penataan Bangunan dan Lingkungannya
Dinas Pertanahan dan Tata Ruang
|
97,99% | Sangat Tinggi | 98,98% | Sangat Tinggi |
Pendorong: Rancangan Peraturan Bupati tentang RTBL Perkotaan Kapanewon Ponjong telah selesai disusun dan telah memasuki tahapan pembahasan dengan Bagian Hukum Setda. Harmonisasi dengan Kanwil Kementerian Hukum DIY juga telah dilaksanakan.
Penghambat: Proses harmonisasi dan pembahasan rancangan produk hukum oleh Bagian Hukum Setda belum selesai sehingga penomoran produk hukum belum dapat diperoleh.
Tindak Lanjut: Melakukan koordinasi secara intensif dengan Bagian Hukum Setda Kabupaten Gunungkidul, menindaklanjuti hasil harmonisasi, dan melengkapi perbaikan dokumen yang diperlukan agar proses penetapan produk hukum dapat segera diselesaikan.
|
| 9 |
Program Penyelenggaraan Jalan
Dinas Pekerjaan Umum Perumahan Rakyat dan Kawasan Permukiman
|
0,00% | Sangat Rendah | 51,14% | Sedang |
Pendorong: Adanya dukungan anggaran SDM yang kopeten, fasilitas sarana dan prasarana yang memadai
Penghambat: kegiatan belum maksimal di karenakan penyedia aspal hanya ada 2, kemudian OPD antri untuk mendapatkan aspal karena penyedia sedang melaksanan pekerjaan tol.
Tindak Lanjut: OPD sudah bersurat ke penyedia untuk mendapatkan aspal sesuai kebutuhan pekerjaan di OPD dan di percepat.
|
| 10 |
Program Pengembangan Jasa Konstruksi
Dinas Pekerjaan Umum Perumahan Rakyat dan Kawasan Permukiman
|
0,00% | Sangat Rendah | 94,97% | Sangat Tinggi |
Pendorong: Adanya dukungan anggaran SDM yang kopeten, fasilitas sarana dan prasarana yang memadai
Penghambat: Tidak ada masalah ataupun penghambat
Tindak Lanjut: Kegiatan terlaksana sesuai angkas
|
| 11 |
Program Penyelenggaraan Penataan Ruang
Dinas Pertanahan dan Tata Ruang
|
77,78% | Sangat Tinggi | 47,87% | Rendah |
Pendorong: Tersedianya tenaga ahli dan tim teknis dalam penyusunan RDTR, pelaksanaan sosialisasi, pelayanan KKPR/KRK/KKR, serta pengendalian pemanfaatan ruang. Koordinasi dengan Kementerian ATR/BPN, DPMPTSP, pemerintah kalurahan, dan perangkat daerah terkait telah berjalan.
Penghambat: Masih diperlukan sinkronisasi dan pemutakhiran data KP2B, kawasan hutan, serta LBS dalam penyusunan RDTR. Selain itu, sebagian permohonan KKPR masih memerlukan perbaikan dokumen, dan beberapa kegiatan masih dalam proses pengadaan atau penyelesaian dokumen teknis.
Tindak Lanjut: Mempercepat penyelesaian dan penyempurnaan dokumen RDTR berdasarkan hasil asistensi; meningkatkan koordinasi dengan instansi terkait untuk sinkronisasi data; memantau permohonan KKPR yang memerlukan perbaikan secara berkala; serta mempercepat proses pengadaan dan pelaksanaan kegiatan sesuai jadwal.
|
| 12 |
Program Penyelenggaraan Keistimewaan Yogyakarta Urusan Tata Ruang
Dinas Pekerjaan Umum Perumahan Rakyat dan Kawasan Permukiman; Dinas Lingkungan Hidup; Dinas Perumahan; Dinas Pertanahan dan Tata Ruang
|
34,73% | Sangat Rendah | 43,62% | Rendah |
Pendorong: Adanya dukungan anggaran SDM yang kopeten, fasilitas sarana dan prasarana yang memadai, Kegiatan pemberian stimulus MEP dan sosialisasi penanganan MEP berjalan sesuai jadwal, Pelaksanaan kegiatan berjalan sesuai rencana setelah proses pengadaan dapat dilanjutkan, sehingga realisasi anggaran mencapai 99,8% pada Triwulan III, Tersedianya tim teknis, tenaga ahli, dan dokumen perencanaan untuk pelaksanaan peninjauan kembali RDTR Siung–Wediombo serta penyusunan RTBL. Koordinasi internal dan persiapan pelaksanaan kegiatan telah dilakukan.
Penghambat: - Pelaksanaan pekerjaan fisik mundur karena Adanya masukan dari Paniradyo Keistimewaan dan juga Tim Teknis serta BPBJ Setda terkait mekanisme pengadaan barang dan jasa sehingga perlu pendalaman dalam telaah dokumen pelaksanaan, Adanya perubahan harga katalog menyebabkan proses pengadaan mundur, sehingga realisasi baru dapat dilakukan pada Triwulan III, Di tahun 2026 OPD tidak mendapatkan anggaran DAIS, Pelaksanaan kontrak mengalami kemunduran akibat penyesuaian jadwal kegiatan dan proses pengadaan yang tidak dapat diubah secara manual dalam sistem, sehingga berdampak pada mundurnya jadwal pelaksanaan dan penyerapan anggaran. Selain itu, rancangan Peraturan Bupati tentang RTBL masih dalam proses pembahasan dengan Bagian Hukum Setda.
Tindak Lanjut: Mempercepat pelaksanaan pekerjaan konsultansi dan pemantauan jadwal kontrak; melakukan koordinasi dengan BKAD Bidang Perbendaharaan terkait penyesuaian anggaran apabila diperlukan; serta melakukan koordinasi intensif dengan Bagian Hukum untuk mempercepat pembahasan dan penyelesaian rancangan produk hukum RTBL., Menyelesaikan sisa pelaksanaan kegiatan dan administrasi pembayaran, serta melakukan pemantauan harga katalog sejak awal tahun anggaran agar proses pengadaan pada tahun berikutnya dapat dimulai lebih awal, OPD sudah melakukan pengusulan DAIS, Tetap melakukan koordinasi dengan paniradyo, IRDA dan PBJ
|
| 13 |
Program Pengembangan Perumahan
Dinas Pekerjaan Umum Perumahan Rakyat dan Kawasan Permukiman
|
0,00% | Sangat Rendah | 45,85% | Rendah |
Pendorong: Adanya dukungan anggaran SDM yang kopeten, fasilitas sarana dan prasarana yang memadai
Penghambat: Tidak ada masalah ataupun faktor penghambat,
Tindak Lanjut: Kegiatan akan di laksanakan sesuai angkas.
|
| 14 |
Program Kawasan Permukiman
Dinas Pekerjaan Umum Perumahan Rakyat dan Kawasan Permukiman
|
0,00% | Sangat Rendah | 0,00% | Sangat Rendah |
Pendorong: Adanya dukungan anggaran SDM yang kopeten, fasilitas sarana dan prasarana yang memadai
Penghambat: Tidak adanya anggaran di PROGRAM KAWASAN PERMUKIMAN
|
| 15 |
Program Perumahan dan Kawasan Permukiman Kumuh
Dinas Pekerjaan Umum Perumahan Rakyat dan Kawasan Permukiman
|
100,00% | Sangat Tinggi | 99,98% | Sangat Tinggi |
Pendorong: Adanya dukungan anggaran SDM yang kopeten, fasilitas sarana dan prasarana yang memadai
Penghambat: Tidak ada masalah ataupun penghambat
Tindak Lanjut: Kegiatan sudah terlaksana di TW2 dan terlaksana 100% di TW 3
|
| 16 |
Program Peningkatan Prasarana, Sarana dan Utilitas Umum (PSU)
Dinas Pekerjaan Umum Perumahan Rakyat dan Kawasan Permukiman
|
0,00% | Sangat Rendah | 80,05% | Sangat Tinggi |
Pendorong: Adanya dukungan anggaran SDM yang kopeten, fasilitas sarana dan prasarana yang memadai
Penghambat: Tidak ada masalah ataupun penghambat
Tindak Lanjut: Kegiatan terlaksana sesuai angkas
|
| 17 |
Program Peningkatan Pelayanan Sertifikasi, Kualifikasi, Klasifikasi, dan Registrasi Bidang Perumahan Dan Kawasan Permukiman
Dinas Pekerjaan Umum Perumahan Rakyat dan Kawasan Permukiman
|
0,00% | Sangat Rendah | 0,00% | Sangat Rendah |
Pendorong: Adanya dukungan anggaran SDM yang kopeten, fasilitas sarana dan prasarana yang memadai
Penghambat: Tidak adanya anggaran di PROGRAM PENINGKATAN PELAYANAN SERTIFIKASI, KUALIFIKASI, KLASIFIKASI, DAN REGISTRASI BIDANG PERUMAHAN DAN KAWASAN PERMUKIMAN
|
| 18 |
Program Penanggulangan Bencana
Badan Penanggulangan Bencana Daerah
|
87,50% | Sangat Tinggi | 72,18% | Sangat Tinggi |
Pendorong: Pada Program Penanggulangan bencana sudah terealisasi sesuai kebutuhan/kejadian, kebencanaan
Penghambat: pada sub kegiatan Penyusunan dokumen rencana kontijensi yaitu ada penyusunan 2 dokumen rencana kontijensi, masih ada dokumen renkon 1 yang belum dilaksanakan yaitu renkon gempa bumi, karena masih dalam tahap persiapan dan koordinasi dengan pihak-pihak terkait
Tindak Lanjut: Akan melakukan koordinasi dengan pihak terkait, serta menetapkan jadwal pelaksanaan penyusunan Dokumen Rencana Kontinjensi agar kegiatan dapat segera direalisasikan pada bulan berikutnya
|
| 19 |
Program Pencegahan, Penanggulangan, Penyelamatan Kebakaran dan Penyelamatan non Kebakaran
Badan Penanggulangan Bencana Daerah
|
100,00% | Sangat Tinggi | 65,56% | Tinggi |
Pendorong: Pada Program Pencegahan, Penanggulangan Penyelamatan Kebakaran dan Non Kebakaran sudah terealisasi sesuai kebutuhan/kejadian,
Penghambat: tidak ada permasalahan dalam pelaksanaan kegiatan dan sudah terealisasi sesuai anggaran kas
Tindak Lanjut: melaksanakan kegiatan yang belum terlaksana seuai dengan angkas yang tersedia
|
| 20 |
Program Pengarusutamaan Gender dan Pemberdayaan Perempuan
Dinas Sosial Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak
|
50,00% | Sedang | 62,23% | Tinggi |
Pendorong: Kegiatan sudah dilaksanakan sesuai dengan angkas dan perencanaan
Penghambat: Kegiatan sudah dilaksanakan sesuai dengan angkas dan perencanaan
Tindak Lanjut: Kegiatan sudah dilaksanakan sesuai dengan angkas dan perencanaan
|
| 21 |
Program Perlindungan Perempuan
Dinas Sosial Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak
|
50,29% | Sedang | 47,39% | Rendah |
Pendorong: Kegiatan sudah dilaksanakan sesuai dengan angkas dan perencanaan
Penghambat: Kegiatan sudah dilaksanakan sesuai dengan angkas dan perencanaan
Tindak Lanjut: Kegiatan sudah dilaksanakan sesuai dengan angkas dan perencanaan
|
| 22 |
Program Peningkatan Kualitas Keluarga
Dinas Sosial Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak
|
50,00% | Sedang | 88,77% | Sangat Tinggi |
Pendorong: Kegiatan sudah dilaksanakan sesuai dengan angkas dan perencanaan
Penghambat: Kegiatan sudah dilaksanakan sesuai dengan angkas dan perencanaan
Tindak Lanjut: Kegiatan sudah dilaksanakan sesuai dengan angkas dan perencanaan
|
| 23 |
Program Pengelolaan Sistem Data Gender dan Anak
Dinas Sosial Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak
|
35,00% | Sangat Rendah | 35,29% | Sangat Rendah |
Pendorong: Kegiatan sudah dilaksanakan sesuai dengan angkas dan perencanaan
Penghambat: Kegiatan sudah dilaksanakan sesuai dengan angkas dan perencanaan
Tindak Lanjut: Kegiatan sudah dilaksanakan sesuai dengan angkas dan perencanaan
|
| 24 |
Program Pemenuhan Hak Anak (PHA)
Dinas Sosial Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak
|
75,00% | Sangat Tinggi | 88,46% | Sangat Tinggi |
Pendorong: Kegiatan sudah dilaksanakan sesuai dengan angkas
Penghambat: Kegiatan sudah dilaksanakan sesuai dengan angkas
Tindak Lanjut: Kegiatan sudah dilaksanakan sesuai dengan angkas
|
| 25 |
Program Perlindungan Khusus Anak
Dinas Sosial Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak
|
35,71% | Sangat Rendah | 80,32% | Sangat Tinggi |
Pendorong: Pelaksanaan kegiatan dan capaian menyesuaikan kebutuhan layanan di UPT PPA
Penghambat: Pelaksanaan kegiatan dan capaian menyesuaikan kebutuhan layanan di UPT PPA
Tindak Lanjut: Pelaksanaan kegiatan dan capaian menyesuaikan kebutuhan layanan di UPT PPA
|
| 26 |
Program Peningkatan Diversifikasi dan Ketahanan Pangang Masyarakat
Dinas Pertanian dan Pangan
|
0,00% | Sangat Rendah | 70,53% | Sangat Tinggi |
Pendorong: Dukungan anggaran dan koordinasi yang baik antara pelaksana kegiatan dengan kelompok tani terkait
Penghambat: sampai dengan triwulan III, pelaksanaan kegiatan berjalan sesuai rencana
Tindak Lanjut: Mempercepat pelaksanaan sisa kegiatan pada triwulan IV serta memastikan seluruh anggaran terserap dan dipertanggungjawabkan sesuai ketentuan
|
| 27 |
Program Penanganan Kerawanan Pangang
Dinas Pertanian dan Pangan
|
25,99% | Sangat Rendah | 33,23% | Sangat Rendah |
Pendorong: Dukungan anggaran dan koordinasi yang baik antara pelaksana kegiatan dengan instansi terkait lain
Penghambat: sampai dengan triwulan III, pelaksanaan kegiatan berjalan sesuai rencana
Tindak Lanjut: Mempercepat pelaksanaan sisa kegiatan pada triwulan IV serta memastikan seluruh anggaran terserap dan dipertanggungjawabkan sesuai ketentuan.
|
| 28 |
Program Pengawasan Keamanan Pangang
Dinas Pertanian dan Pangan
|
59,68% | Tinggi | 62,62% | Tinggi |
Pendorong: Dukungan anggaran dan koordinasi yang baik antara pelaksana kegiatan
Penghambat: sampai dengan triwulan III, pelaksanaan kegiatan berjalan sesuai rencana
Tindak Lanjut: Mempercepat pelaksanaan sisa kegiatan pada triwulan IV serta memastikan seluruh anggaran terserap dan dipertanggungjawabkan sesuai ketentuan.
|
| 29 |
Program Penyelesaian Sengketa Tanah Garapan
Dinas Pertanahan dan Tata Ruang
|
96,02% | Sangat Tinggi | 77,74% | Sangat Tinggi |
Pendorong: Adanya koordinasi dan pendampingan kepada pemerintah kalurahan dalam penyusunan persyaratan, pengumpulan proposal, verifikasi berkas, survei lokasi, dan penyusunan rekomendasi izin tukar-menukar tanah desa.
Penghambat: Penyelesaian permohonan memerlukan tahapan verifikasi dokumen, survei lokasi, dan proses koordinasi dengan instansi terkait sebelum proposal dapat diteruskan untuk memperoleh izin
Tindak Lanjut: Melakukan pendampingan secara berkelanjutan kepada kalurahan sasaran; mempercepat verifikasi kelengkapan proposal dan survei lokasi; serta meningkatkan koordinasi dengan DPTR DIY untuk memantau perkembangan proses permohonan izin tukar-menukar tanah desa
|
| 30 |
Program Penyelesaian Ganti Kerugian dan Santunan Tanah untuk Pembangunan
Dinas Pertanahan dan Tata Ruang
|
68,36% | Sangat Tinggi | 23,49% | Sangat Rendah |
Pendorong: Telah dilaksanakan koordinasi dengan calon penerima manfaat, pemberkasan pengadaan tanah, serta proses pendaftaran sertifikat tanah pemerintah daerah. Pada kegiatan pendaftaran tanah pemerintah daerah, sebanyak 17 sertifikat telah terbit dari 22 bidang yang diproses. Proses penilaian dan pelepasan hak atas tanah Kepek Ngobaran juga telah dilaksanakan
Penghambat: Proses pendaftaran tanah masih bergantung pada tahapan administrasi dan pelayanan pengukuran oleh BPN. Berkas bidang tanah TPR Baron masih menunggu antrean petugas ukur, sedangkan bidang tanah Kepek Ngobaran masih harus melanjutkan proses permohonan SK Hak
Tindak Lanjut: Melakukan koordinasi secara berkala dengan BPN untuk mempercepat pengukuran dan penerbitan dokumen pertanahan; melengkapi persyaratan administrasi yang masih diperlukan; serta memantau penyelesaian pendaftaran sertifikat tanah pemerintah daerah sampai seluruh tahapan selesai
|
| 31 |
Program Penatagunaan Tanah
Dinas Pertanahan dan Tata Ruang
|
77,80% | Sangat Tinggi | 97,76% | Sangat Tinggi |
Pendorong: Tersedianya kegiatan koordinasi dan sinkronisasi perencanaan penggunaan tanah serta koordinasi dengan instansi terkait di tingkat kabupaten. Pengajuan izin Kekancingan atas tanah Kasultanan yang digunakan atau dikelola Pemerintah Kabupaten Gunungkidul juga telah dilaksanakan
Penghambat: Pelaksanaan kegiatan memerlukan koordinasi lintas perangkat daerah, khususnya terkait alih fungsi lahan, serta penyelesaian administrasi perizinan dan kewajiban penggunaan tanah Kasultanan
Tindak Lanjut: Melanjutkan koordinasi dengan perangkat daerah terkait mengenai alih fungsi lahan; memantau proses pengajuan izin Kekancingan; serta menindaklanjuti penyelesaian administrasi dan pembayaran pisungsung sesuai ketentuan yang berlaku
|
| 32 |
Program Penyelenggaraan Keistimewaan Yogyakarta Urusan Pertanahan
Dinas Pertanahan dan Tata Ruang
|
80,69% | Sangat Tinggi | 63,78% | Tinggi |
Pendorong: Adanya koordinasi antara DPTR, pemerintah kalurahan, BPN, Pemerintah Daerah DIY, BKAD, dan Paniradya. Pelaksanaan penatausahaan tanah telah didukung oleh pengadaan patok batas bidang tanah, inventarisasi peta bidang, pendaftaran tanah ke BPN, serta kegiatan pengawasan dan fasilitasi penyelesaian permasalahan pertanahan
Penghambat: Proses pendaftaran dan pengukuran tanah masih memerlukan penyelesaian administrasi serta tindak lanjut pelayanan BPN. Pada penanganan permasalahan pertanahan, pengumpulan dokumen kronologis dan identitas kependudukan terkendala keberadaan ahli waris yang berada di luar daerah
Tindak Lanjut: Meningkatkan koordinasi dan monitoring secara berkala dengan kalurahan sasaran, BPN, DPTR DIY, dan instansi terkait; mempercepat pemberkasan serta pendaftaran tanah; menindaklanjuti bidang yang belum memperoleh SPS atau belum selesai diproses; dan melakukan pendampingan kepada kalurahan untuk melengkapi dokumen ahli waris serta dokumen pendukung penyelesaian permasalahan pertanahan
|
| 33 |
Program Perencanaan Lingkungan Hidup
Dinas Lingkungan Hidup
|
50,00% | Sedang | 72,91% | Sangat Tinggi |
Pendorong: Kegiatan rutin sudah berjalan sesuai jadwal
Penghambat: Jumlah dokumen yang masuk belum banyak, belum mencapai target
Tindak Lanjut: Tetap melakukan kegiatan rutin dan setiap ada pengajuan dokumen langsung dilakukan review
|
| 34 |
Program Pengendalian Pencemaran dan/atau Kerusakan Lingkungan Hidup
Dinas Lingkungan Hidup
|
49,91% | Sedang | 40,08% | Rendah |
Pendorong: - Status laboratorium yng sudah terakreditasi dan teregristasi meningkatkan kepercayaan masyarakat
- Adanya dukungan masyarakat dalam kolaborasi pelaksanaan kebersihan lingkungan (pencegahan pencemaran),
- Adanya dokumen pendukung (IKPLHD tahun sebelumnya)
Penghambat: - Adanya perubahan sistem dalam penyusunan pengambilan data untuk menyusun laporan dan keterbatasan personil,
- Musim kemarau panjang menyebabkan pengambilan sample air sungai belum bisa dilaksanakan,
- Adanya kebijakan baru dalam mekanisme pengadaan jasa konsultan
Tindak Lanjut: - Laporan tetap disusun sesuai dengan mekanisme yang baru,
- Uji kualitas air sungai akan segera dilakukan setelah musim penghujang tiba
- melakukan koordinasi secara intens dengan rekanan untuk mempercepat penyusunan laporan
|
| 35 |
Program Pengelolaan Keanekaragaman Hayati (Kehati)
Dinas Lingkungan Hidup
|
62,50% | Tinggi | 53,60% | Sedang |
Pendorong: Kegiatan rutin pemeliharaan taman perkotaan dan taman kehati berjalan dengan optimal dengan memanfaatkan SDM dan anggaran yang ada
Penghambat: Kegiatan pengadaan / pembangunan fisik taman dan pagar mundur karena adanya perubahan desain dan pergantian sementara pejabat pembuat komitmen
Tindak Lanjut: melakukaan koordinasi baik dengan PBJ maupun rekanan sehingga kegiatan pembangunan fisik bisa segera dilaksanakan
|
| 36 |
Program Pengendalian Bahan Berbahaya dan Beracun (B3) dan Limbah Bahan Berbahaya dan Beracun (Limbah B3)
Dinas Lingkungan Hidup
|
0,00% | Sangat Rendah | 0,00% | Sangat Rendah |
Pendorong: Tidak ada alokasi anggaran pada tahun 2026
Penghambat: Tidak ada alokasi anggaran pada tahun 2026, namun tertulis pada renstra
Tindak Lanjut: Tidak ada alokasi anggaran pada tahun 2026
|
| 37 |
Program Pembinaan dan Pengawasan Terhadap Izin Lingkungan dan Izin Perlindungan dan Pengelolaan Lingkungan Hidup (PPLH)
Dinitas Lingkungan Hidup
|
19,23% | Sangat Rendah | 31,54% | Sangat Rendah |
Pendorong: Kegiatan pengawasan bisa dilakukan sesuai jadwal yang ada
Penghambat: Keterbatasan anggaran sehingga kegiatan pengawasan yang dilakukan tidak sebanding dengan jumlah yang seharusnya diawasi
Tindak Lanjut: Tetap melakukan pengawasan rutin secara optimal dengan memanfaatkan SDM dan anggaran yang ada
|
| 38 |
Program Peningkatan Pendidikan, Pelatihan dan Penyuluhan Lingkungan Hidup untuk Masyarakat
Dinas Lingkungan Hidup
|
104,00% | Sangat Tinggi | 55,52% | Sedang |
Pendorong: - Ada Antusiasme masyarakat untuk mengikuti pembinaan
- Adanya kerjasama dengan mitra sehingga menambah jumlah peserta pembinaan
Penghambat: Ada efisiensi anggarang sehingga volume pembinaan berkurang
Tindak Lanjut: Kegiatan sosialisasi dan atau pembinaan ke masyarakat tetap dilakukan baik menggunakan anggaran APBD maupun di luar APBD
|
| 39 |
Program Penghargaan Lingkungan Hidup untuk Masyarakat
Dinas Lingkungan Hidup
|
22,00% | Sangat Rendah | 93,42% | Sangat Tinggi |
Pendorong: Kegiatan sudah dilaksanakan sesuai jadwal dan angkas
Penghambat: Jumlah anggaran terbatas sehingga tidak bisa mencapai target fisik secara optimal
|
| 40 |
Program Penanganan Pengaduan Lingkungan Hidup
Dinas Lingkungan Hidup
|
50,00% | Sedang | 9,38% | Sangat Rendah |
Pendorong: Pengaduan yang masuk sudah ditindaklanjuti
Penghambat: keterbatasan personil sehingga pengaduan yang masuk tidak bisa dengan cepat terselesaikan
Tindak Lanjut: Bersusaha semaksimal mungkin melakukan tindak lanjut terhadap pengaduan yang masuk
|
| 41 |
Program Pengelolaan Persampahan
Dinas Lingkungan Hidup
|
26,86% | Sangat Rendah | 71,75% | Sangat Tinggi |
Pendorong: Kegiatan pembinaan sudah dilaksanakan sesuai jadwal -Kegiatan rutin berjalan sesuai jadwal
Penghambat: adanya pegawai paruh waktu yang pensiun sehingga jumlah tenaga terbatas
Tindak Lanjut: memaksimalkan tenaga yang ada untuk gerak kebersihan dan pengambilan sampah, melakukan belanja tepat waktu sesuai angkas sehingga penyerapan anggaran bisa maksimal
|
| 42 |
Program Pengendalian Penduduk
Dinas Pemberdayaan Masyarakat Kalurahan Pengendalian Penduduk dan Keluarga Berencana
|
0,00% | Sangat Rendah | 66,26% | Tinggi |
Pendorong: capaian kinerja fisik dan keuangan sesuai denga target yang ditentukan
Penghambat: capaian kinerja program baru bisa didapatkan angkanya pada akhir tahun
Tindak Lanjut: tidak ada
|
| 43 |
Program Pembinaan Keluarga Berencana (KB)
Dinas Pemberdayaan Masyarakat Kalurahan Pengendalikan Penduduk dan Keluarga Berencana
|
73,23% | Sangat Tinggi | 80,12% | Sangat Tinggi |
Pendorong: target kinerja fisik sesuai dengan terget yang ditentukan
Penghambat: capaian kinerja program yang dipakai adalah capaian triwulan IV
adanya JLOP yang mengundurkan diri
Tindak Lanjut: penyesuaian anggaran JLOP pada APBD perubahan
|
| 44 |
Program Pemberdayaan dan Peningkatan Keluarga Sejahtera (KS)
Dinas Pemberdayaan Masyarakat Kalurahan Pengendalikan Penduduk dan Keluarga Berencana
|
157,65% | Sangat Tinggi | 78,91% | Sangat Tinggi |
Pendorong: capaian kinerja fisik dan keuangan sesuai denga target yang ditentukan
Penghambat: capaian kinerja program baru bisa didapatkan angkanya pada akhir tahun
Tindak Lanjut: tidak ada
|
| 45 |
Program Penyelenggaraan Lalu Lintas dan Angkutan Jalan (LLAJ)
Dinas Perumahan
|
102,65% | Sangat Tinggi | 75,07% | Sangat Tinggi |
Pendorong: Kegiatan yang sudah berjalan mendukung pencapaian realisasi anggaran sebesar 75,1% sampai dengan Triwulan III
Penghambat: Belanja upah pungut menyesuaikan realisasi penerimaan. Pemeliharaan APJ masih dalam proses pemilihan penyedia di Bagian Pengadaan Barang/Jasa (PBJ). Jasa inventarisasi APJ Non APP di 18 Kapanewon belum selesai dilaksanakan
Tindak Lanjut: Mempercepat proses pemilihan penyedia pemeliharaan APJ bersama PBJ. Menyelesaikan jasa inventarisasi APJ Non APP di 18 Kapanewon pada bulan Oktober 2026. Upah pungut dibayarkan sesuai realisasi penerimaan
|
| 46 |
Program Pengembangan Kebudayaan
Dinas Kebudayaan
|
35,65% | Sangat Rendah | 52,08% | Sedang |
Pendorong: 1.) Kerja sama, koordinasi, dan solidaritas tim yang baik, didukung sinergi dengan para pemangku kepentingan (stakeholder), sehingga pelaksanaan kegiatan tetap berjalan sesuai target. 2.) Ketersediaan anggaran DAK yang memadai mendukung kelancaran pelaksanaan kegiatan sesuai dengan rencana kerja.
Penghambat: Pelaksanaan pemeliharaan joglo mengalami penundaan akibat penyesuaian struktur anggaran dari paket glondongan menjadi pekerjaan fisik yang melibatkan jasa konsultan perencana dan pengawas, sehingga pelaksanaan kegiatan menunggu penetapan dan proses administrasi pendukung.
Tindak Lanjut: Melakukan percepatan penetapan dan proses administrasi pekerjaan, serta segera menindaklanjuti pengadaan jasa konsultan perencana dan pengawas agar pelaksanaan pemeliharaan joglo dapat segera direalisasikan.
|
| 47 |
Program Pengembangan Kesenian Tradisional
Dinas Kebudayaan
|
0,00% | Sangat Rendah | 0,00% | Sangat Rendah |
Pendorong: Program ini mempunyai target fisik dan keuangan 0 sesuai dalam dokumen Renja dan Renstra Dinas Kebudayaan Tahun 2026
Penghambat: Program ini mempunyai target fisik dan keuangan 0 sesuai dalam dokumen Renja dan Renstra Dinas Kebudayaan Tahun 2026
Tindak Lanjut: Program ini mempunyai target fisik dan keuangan 0 sesuai dalam dokumen Renja dan Renstra Dinas Kebudayaan Tahun 2026
|
| 48 |
Program Pembinaan Sejarah
Dinas Kebudayaan
|
0,00% | Sangat Rendah | 0,00% | Sangat Rendah |
Pendorong: Program ini mempunyai target fisik dan keuangan 0 sesuai dalam dokumen Renja dan Renstra Dinas Kebudayaan Tahun 2026
Penghambat: Program ini mempunyai target fisik dan keuangan 0 sesuai dalam dokumen Renja dan Renstra Dinas Kebudayaan Tahun 2026
Tindak Lanjut: Program ini mempunyai target fisik dan keuangan 0 sesuai dalam dokumen Renja dan Renstra Dinas Kebudayaan Tahun 2026
|
| 49 |
Program Pelestarian dan Pengelolaan Cagar Budaya
Dinas Kebudayaan
|
0,00% | Sangat Rendah | 0,00% | Sangat Rendah |
Pendorong: Program ini mempunyai target fisik dan keuangan 0 sesuai dalam dokumen Renja dan Renstra Dinas Kebudayaan Tahun 2026
Penghambat: Program ini mempunyai target fisik dan keuangan 0 sesuai dalam dokumen Renja dan Renstra Dinas Kebudayaan Tahun 2026
Tindak Lanjut: Program ini mempunyai target fisik dan keuangan 0 sesuai dalam dokumen Renja dan Renstra Dinas Kebudayaan Tahun 2026
|
| 50 |
Program Pengelolaan Permuseuman
Dinas Kebudayaan
|
0,00% | Sangat Rendah | 0,00% | Sangat Rendah |
Pendorong: Program ini mempunyai target fisik dan keuangan 0 sesuai dalam dokumen Renja dan Renstra Dinas Kebudayaan Tahun 2026
Penghambat: Program ini mempunyai target fisik dan keuangan 0 sesuai dalam dokumen Renja dan Renstra Dinas Kebudayaan Tahun 2026
Tindak Lanjut: Program ini mempunyai target fisik dan keuangan 0 sesuai dalam dokumen Renja dan Renstra Dinas Kebudayaan Tahun 2026
|
| 51 |
Program Penyelenggaraan Keistimewaan Yogyakarta Urusan Kebudayaan
Dinas Kebudayaan; Badan Penanggulangan Bencana Daerah; Dinas Pertanian dan Pangan; Dinas Pekerjaan Umum Perumahan Rakyat dan Kawasan Permukiman
|
34,88% | Sangat Rendah | 50,97% | Sedang |
Pendorong: 1.) Dukungan kuat dari kebijakan Keistimewaan DIY, khususnya pada bidang pemajuan kebudayaan, sehingga kegiatan dapat berjalan dalam koridor regulasi yang jelas. 2.) Koordinasi dan kolaborasi antara Tim Internal Dinas Kebudayaan dengan para pemangku kepentingan terkait berjalan dengan baik. 3.) Ketersediaan pendanaan Dana Keistimewaan (Danas) DIY yang secara khusus dialokasikan untuk pengembangan budaya., Adanya dukungan anggaran SDM yang kopeten, fasilitas sarana dan prasarana yang memadai, Dukungan anggaran dan koordinasi yang baik antara pelaksana kegiatan serta antusiasme peternak sapi dalam penyelenggaraan kontes sapi, pada tahun 2026 tidak mendapatkan alokasi Danais
Penghambat: Capaian program terkendala oleh adanya anggaran yang tidak dapat terserap, penyesuaian anggaran yang belum terakomodasi dalam SIPD, keterlambatan penyelesaian SPJ akibat pelaksanaan kegiatan pada akhir bulan, serta pergeseran jadwal kegiatan yang menyesuaikan pelaksanaan Pemilihan Lurah di beberapa Kalurahan Rintisan budaya., Di tahun 2026 OPD tidak mendapatkan anggaran DAIS, Jumlah peserta kontes sapi masih dinilai kurang terutama pada sejumlah kategori kontes, pada tahun 2026 tidak mendapatkan alokasi Danais
Tindak Lanjut: -, Melakukan optimalisasi dan penyesuaian anggaran sesuai kebutuhan, berkoordinasi untuk pemutakhiran pagu pada SIPD, mempercepat penyelesaian administrasi dan SPJ, serta melakukan penjadwalan ulang kegiatan dengan mempertimbangkan agenda Pemilihan Lurah agar pelaksanaan dan realisasi anggaran dapat lebih optimal., mendapat saran dari paniradya keistimewaan untuk dilakukan kontes sapi PO yang tidak hanya penarik peserta di wilayah DIY saja tapi juga daerah Jawa Tengah dan akan ditindak lanjuti di tahun berikutnya, pada tahun 2026 tidak mendapatkan alokasi Danais
|
Sumber data: Bappeda Kabupaten Gunungkidul. Hierarki mengikuti RPJMD 2025-2029: Tujuan Daerah (6) → Sasaran Daerah (8 sheet) → Indikator Kinerja (15) → Program Pendukung (160).